Evaluasi Kuantitatif Penggunaan Antibiotik pada Pasien Rawat Inap di Rumah Sakit Pratama Yogyakarta dengan Metode ATC/DDD dan DU90% Tahun 2025
Abstract
Latar belakang: Penggunaan antibiotik yang rasional berperan penting dalam
meningkatkan perbaikan kondisi klinis pasien. Evaluasi penggunaan antibiotik
dilakukan untuk mendukung upaya pengendalian resistensi antimikroba. Metode
ATC/DDD dan DU90% merupakan evaluasi kuantitatif penggunaan obat secara
periodik untuk menilai kuantitas penggunaan antibiotik di fasilitas pelayanan
kesehatan.
Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis profil dan kuantitas
penggunaan antibiotik pasien rawat inap di Rumah Sakit Pratama Yogyakarta tahun
2025 beserta kesesuaiannya dengan FORNAS.
Metode: Penelitian ini menggunakan studi deskriptif non-eksperimental dengan
pengumpulan data secara retrospektif dari SIMRS. Populasi penelitian berupa data
penggunaan antibiotik pasien rawat inap di Rumah Sakit Pratama Yogyakarta tahun
2025. Analisis dilakukan dengan menghitung nilai DDD/100 hari rawat dan
DU90%.
Hasil: Kuantitas penggunaan antibiotik menunjukkan bahwa bulan September
memiliki kuantitas penggunaan lebih tinggi dibandingkan bulan lainnya, dengan
antibiotik tertinggi sefiksim (55,48 DDD/100 hari rawat), sefadroksil (33,97
DDD/100 hari rawat), dan seftriakson (31,89 DDD/100 hari rawat). Antibiotik
termasuk dalam DU90% adalah sefiksim, sefadroksil, seftriakson, levofloksasin,
azitromisin, metronidazol, dan siprofloksasin.
Kesimpulan: Penggunaan antibiotik pasien rawat inap didominasi oleh sefiksim
dengan nilai DDD/100 hari rawat tertinggi, yang menunjukkan tingginya
penggunaan sefiksim selama periode penelitian.
Collections
- Pharmacy [2101]
