| dc.description.abstract | Kualitas merupakan karakteristik pada suatu barang atau jasa yang diharapkan dapat memenuhi kebutuhan melalui tahapan-tahapan proses. PT. Asia Forestama Raya adalah perusahaan yang bergerak di pembuatan kayu lapis tujuan utamanya adalah memproduksi keluar negri dan dalam negri. Berdasarkan hasil survei ada beberapa produk cacat seperti cacat lapuk, retak, pecah, lubang mata kayu dan kasar. Oleh karena itu perlu adanya upaya perbaikan dan peningkatan perbaikan agar perusahaan meminimalisir produk yang cacat. Salah satu model perbaikan dengan peningkatan kualitas untuk mengurangi produk cacat adalah dengan menggunakan metode Six Sigma DMAIC (Define-Measure-Analyze-Improve-Control). Data yang diambil dalam penelitian ini berupa data atribut dan variabel yang dimana data atribut meliputi jenis cacat dan jumlah produksi sedangkan data variabel mengukur panjang, lebar dan tebal pada kayu lapis dengan satuan cm pada panjang dan lebar, mm pada tebal kayu lapis. Pada tahap define menggunakan diagram SIPOC (Supplier-input-proces-Output-costumer) dan peta aliran proses. Tahap measure digunakan untuk menentukan beberapa karakteristik cacat produk CTQ (Critical To Quality) dan menghitung nilai DPMO dan sigma. Tahap Analyze yaitu menentukan stabilitas dan kapabilitas proses yang terjadi pada kayu lapis dengan uji hipotesis chi kuadrat dan keterkendalian proses dengan peta kendali p dan peta kendali rata-rata. Analisis cacat terbesar menggunakan diagram pareto dan diagram fishbone digunakan untuk menganalisis sumber dan akar penyebab kecacatan produk. Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan presentase cacat paling besar yaitu pecahnya pada kayu lapis sebesar 21% hasil DPMO 17.436,2 dan tingkat sigma 3,609. Berdasarkan diagram fishbone penyebab kecacatan produk pada mesin dryer dan manusia. Langkah perbaikan untuk mengurangi kecacatan produk adalah mesin: melakukan maintenance rutin terhadap mesin dryer, manusia: diberikan pelatihan dan khususnya bagian QC (Quality Control) melakukan kontrol terus menerus dan pengawasan secara berkala terhadap kualitas dari produk kayu lapis dan kinerja operator agar dapat meningkatkan level sigma perushaan ke level yang lebih baik dari sebelumnya. | en_US |