Strategi Koping pada Remaja yang Mengalami Sindrom Paska Aborsi
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana strategi koping pada remaja yang mengalami sindrom paska aborsi. Pertanyaan yang diajukan dalam penelitian ini adalah "Bagaimana strategi koping pada remaja yang mengalami sindrom paska aborsi?". Metode pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan metode wawancara dan observasi untuk mendukung hasil wawancara. Metode analisis data yang digunakan adalah metode analisis interaktif yang dikemukakan oleh Miles dan Huberman. Dalam analisis interaktif ini ada tiga kegiatan analisis dan kegiatan pengumpulan data yang merupakan proses siklus dan interaktif. Proses yang dilakukan dalam analisis interaktif adalah mereduksi data, menyajikan data, dan menarik kesimpulan. Subyek dalam penelitian adalah remaja putri berusia antara 13 – 22 tahun dimana mereka pernah melakukan tindakan aborsi dimasa lalunya. Subyek dalam penelitian ini merupakan orang-orang yang telah penulis kenal dekat sebelumnya. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa remaja yang mengalami sindrom paska aborsi memiliki koping stress yang baik tergantung dari dukungan sosial yang didapat terutama dukungan dari pasangannya. Strategi koping stress pada remaja yang mengalami sindrom paska aborsi berbeda antara individu yang satu dengan individu lain.
Collections
- Psychology [1337]
