| dc.description.abstract | Rumah Sakit Condong Catur (RSCC) merupakan salah satu Rumah Sakit yang memfasilitasi pelayanan program JKN. Dengan meluasnya pelayanan RSCC dalam memfasilitasi program JKN yang jumlah pasien JKN dan Permintaan obat-obat JKN mengalami peningkatan signifikan membuat terjadinya stockout di RSCC. Demi menangani permasalahan optimalisasi pemesanan agar tidak terjadi kelebihan maupun kekurangan, maka perlu adanya pengendalian persediaan obat JKN dalam keadaan baik dan efektif. Karena banyaknya obat JKN pada RSCC, maka diperlukan penentuan prioritas. Metode yang digunakan adalah analisis ABC dan Analisis VEN serta metode Economic Order Quantity untuk mengetahui ukuran jumlah pemesanan, safety stock dan reoder point sehingga dapat mengurangi terjadinya kelebihan atau kekurangan persediaan obat JKN serta meminimalisir total biaya persediaan yang harus dikeluarkan oleh pihak Rumah Sakit. Berdasarkan Analisis ABC dan Analisis VEN maka terpilih tiga obat vital JKN yang menjadi prioritas yaitu, Inviclot Inj JKN, Recormon 2000 IU JKN dan Hemapo 3000 IU. Adapun hasil perhitungan EOQ yang dilakukan maka didaptkan jumlah pemesanan yang paling ekonomis adalah 84 vial obat Inviclot Inj JKN, 19 Pieces obat Recormon 2000 IU JKN dan 25 buah obat Hemapo 3000 IU JKN. Adapun pemesanan kembali dilakukan saat obat mencapai pada titik 3 vial obat Inviclot JKN,5 pieces obat Recormon 2000 IU JKN dan 2 buah obat Hemapo 3000 IU JKN. Dengan membandingan perhitungan menggunakan EOQ dapat menghemat biaya persediaan 14% untuk obat inviclot Inj JKN, 4% untuk obat Recormon 2000 IU JKN dan 6% lebih sedikit di bandingkan dengan cara yang selama ini dilakukan oleh pihak RSCC. | en_US |