Hubungan antara Kebahagiaan Psikologis dan Kecenderungan Bullying pada Remaja
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kebahagiaan psikologis dan kecenderungan bullying pada remaja. Hipotesisnya, ada hubungan negatif antara kebahagiaan psikologis dan kecenderungan bullying pada remaja. Semakin tinggi kebahagiaan psikologis maka semakin rendah kecenderungan bullying pada remaja dan sebaliknya. Subjek yang digunakan adalah 215 remaja, usia 14–18 tahun yang sedang duduk di bangku Sekolah Menengah Atas (SMA). Penelitian ini menggunakan alat ukur kebahagiaan dari Ryff (Rostiana, 2011) yang dimodifikasi peneliti dan skala kecenderungan bullying dengan memodifikasi skala kecenderungan bullying dari Pertiwi berdasarkan konsep Olweus (2003). Metode analisis data penelitian ini menggunakan non-parametric dari Spearman. Hasil uji hubungan antara kebahagiaan psikologis dan kecenderungan bullying menunjukkan bahwa ada hubungan negatif antara kebahagiaan psikologis dan kecenderungan bullying pada remaja (r = -0,266) dengan p = 0,000 (p < 0,01). Hal ini menunjukkan semakin tinggi kebahagiaan psikologis maka semakin rendah kecenderungan bullying. Kebahagiaan psikologis memiliki sumber efektif terhadap kecenderungan bullying sebesar 7%.
Collections
- Psychology [1337]
