| dc.description.abstract | Emerging adulthood merupakan fase perkembangan yang ditandai dengan berbagai tuntutan dan
tantangan yang dapat memengaruhi kesejahteraan psikologis individu. Dalam menghadapi
berbagai tantangan tersebut, keberfungsian keluarga dan efikasi diri dipandang sebagai faktor yang
berperan penting dalam mendukung kesejahteraan psikologis pada emerging adults. Penelitian ini
bertujuan untuk mengidentifikasi hubungan antara keberfungsian keluarga dan kesejahteraan
psikologis dengan efikasi diri sebagai mediator pada emerging adults. Penelitian kuantitatif dengan
desain korelasional non-eksperimental ini melibatkan sebanyak 353 responden yang diperoleh
melalui teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan instrumen
penelitian Indonesian Family Function Scale (α = 0,961), General Self Ef icacy Scale (α = 0,872),
dan Ryf Psychological Well-being Short Scale (α = 0,809) yang telah memenuhi uji validitas dan
reliabilitas dengan nilai Cronbach’s alpha > 0,70. Analisis data menggunakan uji korelasi
Spearman’s rho dan uji mediasi. Hasil analisis menunjukkan adanya hubungan positif dan
signifikan antara keberfungsian keluarga dengan kesejahteraan psikologis (r = 0,589, p < 0,001),
keberfungsian keluarga dengan efikasi diri (r = 0,456, p < 0,001), serta efikasi diri dengan
kesejahteraan psikologis (r = 0,603, p < 0,001). Uji mediasi menunjukkan bahwa efikasi diri
berperan sebagai mediator parsial dalam hubungan antara keberfungsian keluarga dan
kesejahteraan psikologis, ditunjukkan oleh nilai indirect ef ect yang signifikan (p < 0,001). Temuan
ini menunjukkan bahwa keberfungsian keluarga berkontribusi terhadap kesejahteraan psikologis
pada emerging adults, baik secara langsung maupun melalui efikasi diri. Efikasi diri sebagai faktor
internal individu juga terbukti memiliki peranan penting dalam meningkatkan kesejahteraan
psikologis. | en_US |