| dc.description.abstract | Penelitian ini mengkaji bagaimana tingkat keketatan dan kelengkapan struktur
institusi dalam dokumen perjanjian North Sea Link membentuk pola interaksi antar
aktor. Permasalahan utama berfokus pada sejauh mana aturan dalam perjanjian
tersebut bersifat mengikat serta bagaimana kelengkapan strukturnya tersusun dalam
membingkai tindakan. Penelitian ini menggunakan kerangka Institutional
Grammar Tools (IGT) yang dikembangkan oleh Elinor Ostrom untuk menganalisis
komponen A(B)DICO dan Seven Rules Types dalam teks perjanjian. Argumen
penelitian ini menunjukkan bahwa tingkat keketatan institusi cenderung rendah
karena tidak ditemukannya komponen Or else, sehingga pada awalnya struktur
diasumsikan tidak sepenuhnya lengkap. Namun, temuan penelitian mengungkap
bahwa perjanjian ini terdiri atas 49 norms dan satu shared strategy, tanpa rules yang
bersifat memaksa. Meskipun demikian, struktur perjanjian secara keseluruhan tetap
lengkap, dengan dominasi Choice Rules yang bersifat operasional. Dengan
demikian, perjanjian ini menunjukkan bahwa keteraturan interaksi tidak semata
bergantung pada paksaan, melainkan juga dapat terbentuk melalui susunan norma
yang terarah dan saling melengkapi. | en_US |