| dc.description.abstract | Penelitian-penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa modal psikologis berhubungan dengan kesejahteraan psikologis seseorang. Seorang karyawan yang memiliki modal dan keyakinan yang kuat akan menunjukkan sikap yang gigih, pantang menyerah, memiliki kepercayaan diri yang tinggi, dan mampu bertahan dalam situasi yang sulit saat bekerja, pada akhirnya bisa menyelesaikan pekerjaannya dengan baik. Karyawan yang seperti inilah yang dapat mencapai kepuasan kerja dan mengembangkan diri. Tercapainya kepuasan kerja membuat karyawan akan merasa bahagia. Jika semua hal ini bisa terpenuhi maka seorang karyawan dapat memiliki kesejahteraan psikologis yang baik.. Penelitian kuantitatif ini bertujuan untuk memahami hubungan antara modal psikologis dan kesejahteraan psikologis karyawan di PT. X di Tangerang. Subjek yang digunakan adalah 56 subjek yang semuanya merupakan karyawan PT. X dengan rincian ada karyawan yang bekerja di divisi produksi, marketing, keuangan, dan umum. Penelitian ini menggunakan teori kesejahteraan psikologis yang dikemukakan oleh Ryff (1989) dengan hasil uji coba alat ukur didapatkan reliabilitas sebesar 0,931 dan modal psikologis dengan menggunakan teori dari Luthans, dkk (2007) dengan hasil uji coba alat ukur didapatkan reliabilitas sebesar 0,862. Hasil penelitian ini menunjukkan ada hubungan positif antara modal psikologis dengan kesejahteraan psikologis karyawan di PT. X, r = 0,678 dan p = 0,000 (p < 0,01). Sehingga hipotesis dalam penelitian ini diterima. | en_US |