• Login
    View Item 
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Industrial Technology
    • Industrial Engineering
    • View Item
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Industrial Technology
    • Industrial Engineering
    • View Item
    JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

    Optimasi Facility Location Problem Sebagai Upaya Peningkatan Efektivitas Cakupan Wilayah Manajemen Kebakaran di Daerah Istimewa Yogyakarta

    Thumbnail
    View/Open
    22522329.pdf (4.156Mb)
    Date
    2026
    Author
    Aghniya, Zahwa Putri
    Metadata
    Show full item record
    Abstract
    Ketimpangan jangkauan layanan darurat dari 15 pos pemadam kebakaran atau Wilayah Manajemen Kebakaran (WMK) di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) memunculkan urgensi pemerataan layanan keselamatan publik di seluruh wilayah. penelitian ini bertujuan mengevaluasi efektivitas jangkauan pelayanan eksisting serta merekomendasikan lokasi penempatan pos WMK baru yang optimal secara spasial. permasalahan ini diformulasikan dalam tiga model Facility Location Problem (FLP), yaitu Set Covering Problem (SCP), Partial Set Covering Problem (PSCP), dan Maximal Covering Location Problem (MCLP). Analisis dilakukan menggunakan data centroid kecamatan dan matriks waktu tempuh jaringan jalan nyata pada peak hour. Seluruh model diselesaikan menggunakan algoritma eksak. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa kondisi eksisting hanya mampu melayani 43 kecamatan (55,13%) dari 78 kecamatan, dengan populasi sebesar 62,66% dalam standar waktu tanggap 15 menit. Model SCP merekomendasikan pembangunan 28 pos baru dengan cakupan wilayah 100% dan biaya Rp84.000.000.000. Model PSCP mengusulkan 18 WMK baru dengan cakupan 87,18% wilayah dan biaya Rp54.000.000.000. Sementara itu, MCLP menjadi alternatif paling ideal dengan penambahan 23 pos baru yang mampu menjangkau 93,59% wilayah dan 96,20% populasi dengan biaya Rp69.000.000.000. Berdasarkan analisis komparatif, MCLP dipilih sebagai model rekomendasi karena memberikan keseimbangan terbaik antara efektivitas cakupan layanan, kebutuhan pembangunan fasilitas, dan efisiensi biaya. Implementasi pembangunan WMK direkomendasikan dilakukan secara bertahap dengan memprioritaskan Kabupaten Gunungkidul dan Kulon Progo pada jangka pendek, Kabupaten Sleman pada jangka menengah, serta Kabupaten Bantul pada jangka panjang.
    URI
    dspace.uii.ac.id/123456789/65796
    Collections
    • Industrial Engineering [3109]

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV
     

     

    Browse

    All of DSpaceCommunities & CollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

    My Account

    LoginRegister

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV