Optimasi Facility Location Problem Sebagai Upaya Peningkatan Efektivitas Cakupan Wilayah Manajemen Kebakaran di Daerah Istimewa Yogyakarta
Abstract
Ketimpangan jangkauan layanan darurat dari 15 pos pemadam kebakaran atau Wilayah
Manajemen Kebakaran (WMK) di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) memunculkan urgensi
pemerataan layanan keselamatan publik di seluruh wilayah. penelitian ini bertujuan
mengevaluasi efektivitas jangkauan pelayanan eksisting serta merekomendasikan lokasi
penempatan pos WMK baru yang optimal secara spasial. permasalahan ini diformulasikan
dalam tiga model Facility Location Problem (FLP), yaitu Set Covering Problem (SCP), Partial
Set Covering Problem (PSCP), dan Maximal Covering Location Problem (MCLP). Analisis
dilakukan menggunakan data centroid kecamatan dan matriks waktu tempuh jaringan jalan
nyata pada peak hour. Seluruh model diselesaikan menggunakan algoritma eksak. Hasil
evaluasi menunjukkan bahwa kondisi eksisting hanya mampu melayani 43 kecamatan (55,13%)
dari 78 kecamatan, dengan populasi sebesar 62,66% dalam standar waktu tanggap 15 menit.
Model SCP merekomendasikan pembangunan 28 pos baru dengan cakupan wilayah 100% dan
biaya Rp84.000.000.000. Model PSCP mengusulkan 18 WMK baru dengan cakupan 87,18%
wilayah dan biaya Rp54.000.000.000. Sementara itu, MCLP menjadi alternatif paling ideal
dengan penambahan 23 pos baru yang mampu menjangkau 93,59% wilayah dan 96,20%
populasi dengan biaya Rp69.000.000.000. Berdasarkan analisis komparatif, MCLP dipilih
sebagai model rekomendasi karena memberikan keseimbangan terbaik antara efektivitas
cakupan layanan, kebutuhan pembangunan fasilitas, dan efisiensi biaya. Implementasi
pembangunan WMK direkomendasikan dilakukan secara bertahap dengan memprioritaskan
Kabupaten Gunungkidul dan Kulon Progo pada jangka pendek, Kabupaten Sleman pada jangka
menengah, serta Kabupaten Bantul pada jangka panjang.
Collections
- Industrial Engineering [3109]
