| dc.description.abstract | Limbah lemak sapi dari rumah potong hewan sering dianggap sebagai limbah
bernilai rendah yang berpotensi mencemari lingkungan apabila tidak dikelola
dengan baik. Di sisi lain, kebutuhan akan produk pembersih tangan yang efektif dan
aman terus meningkat. Penelitian ini bertujuan memanfaatkan limbah lemak sapi
sebagai bahan baku pembuatan sabun cuci tangan melalui reaksi saponifikasi,
menganalisis pengaruh penambahan minyak atsiri serai dapur dan minyak atsiri
buah lemon terhadap karakteristik sabun, serta memastikan kualitas produk sesuai
standar SNI 2588:2017. Lemak sapi diekstraksi menggunakan metode wet
rendering kemudian disaponifikasi menggunakan kalium hidroksida (KOH).
Formulasi sabun ditambahkan minyak atsiri serai dapur dan minyak atsiri buah
lemon sebagai pewangi alami. Pengujian meliputi uji organoleptik, pH, total bahan
aktif, kadar bahan tidak larut dalam etanol, kadar alkali bebas, uji hedonik, dan uji
iritasi pada 20 panelis. Sabun yang dihasilkan memiliki tekstur semi kental,
homogen, dan berwarna putih kekuningan. Hasil pengujian menunjukkan nilai pH
7, total bahan aktif 24,3%, kadar bahan tidak larut dalam etanol 0,28%, dan kadar
alkali bebas 0,0056%. Seluruh parameter memenuhi standar SNI 2588:2017. Uji
hedonik menunjukkan tingkat penerimaan panelis yang sangat baik dengan skor
rata-rata 4,79. Sabun cuci tangan berbahan dasar lemak sapi berhasil dibuat dengan
mutu yang baik, tidak menimbulkan iritasi, dan berpotensi menjadi alternatif
pembersih tangan yang ramah lingkungan serta bernilai ekonomis. | en_US |