Show simple item record

dc.contributor.authorUffairanissa, Shafira
dc.date.accessioned2026-08-08T02:14:22Z
dc.date.available2026-08-08T02:14:22Z
dc.date.issued2026
dc.identifier.uridspace.uii.ac.id/123456789/65776
dc.description.abstractLatar belakang: Minyak cengkeh (Syzygium aromaticum L.) mengandung senyawa eugenol dengan aktivitas farmakologi berupa analgesik, antibakteri, antiinflamasi, dan antioksidan. Pengunaan minyak cengkeh secara langsung kurang efektif karena sifatnya yang hidrofobik dan volatil. Salah satu pendekatan untuk meningkatkan stabilitas dan kenyamanan penggunaan adalah formulasi dalam bentuk sediaan nanoemulgel. Nanoemulgel dipilih karena mampu meningkatkan stabilitas dan penetrasi zat aktif hidrofobik ke dalam kulit. Tujuan: Memformulasi sediaan nanoemulgel minyak cengkeh dengan variasi gelling agent serta mengevaluasi karakteristik fisik dan tingkat kesukaan konsumen. Metode: Nanoemulsi dibuat dengan metode ultrasonik untuk menghasilkan droplet berukuran nano, kemudian diinkorporasikan ke dalam basis gel dengan variasi gelling agent, yaitu 0,7% Carbopol 940 (F1) dan kombinasi Carbopol 940 dengan 0,3% gum arab (F2), gum guar (F3), dan gum xanthan (F4). Evaluasi karakterisasi nanoemulsi berupa uji transmitan (%T), ukuran partikel, indeks polidispersitas (PDI), dan zeta potensial. Evaluasi nanoemulgel berupa uji organoleptis, homogenitas, pH, viskositas, daya sebar, daya lekat, uji tipe nanoemulgel, dan uji stabilitas. Analisis kesukaan dilakukan melalui uji hedonik dengan parameter aroma, warna, tekstur, sensasi di kulit, dan daya serap. Data diolah menggunakan Microsoft Excel dan dianalisis secara statistik. Hasil: Nanoemulsi yang diformulasikan memiliki %T 98,97 ± 0,06%, ukuran partikel 23,2 ± 0,3 nm, PDI 0,22 ± 0,03, dan zeta potensial −3,5 ± 0,25 mV. Seluruh formula menghasilkan nanoemulgel yang homogen dan stabil. Variasi gelling agent memengaruhi karakteristik fisik dan tingkat kesukaan panelis. Berdasarkan uji hedonik, F2 (0,7% Carbopol 940 dan 0,3% gum arab) menjadi formula yang paling disukai dengan nilai rata-rata hedonik sebesar 4,62 (”Sangat Suka”). Kesimpulan: Minyak cengkeh berhasil diformulasikan menjadi nanoemulgel dengan karakteristik fisik memenuhi persyaratan sediaan topikal. Kombinasi carbopol 940 dan gum arab menghasilkan formula dengan tingkat kesukaan tertinggi.en_US
dc.publisherUniversitas Islam Indonesiaen_US
dc.subjectMinyak Cengkehen_US
dc.subjectEugenolen_US
dc.subjectNanoemulgelen_US
dc.subjectUji Hedoniken_US
dc.titleFormulasi dan Analisis Kesukaan Produk Nanoemulgel Minyak Atsiri Cengkeh (Syzygium Aromaticum L.)en_US
dc.typeThesisen_US
dc.Identifier.NIM22613240


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record