| dc.description.abstract | Kebutuhan bahan bakar minyak (BBM) di Indonesia meningkat setiap tahun. Peningkatan kebutuhan tersebut diikuti oleh penurunan produksi dari BBM. Menurut Kementrian Energi dan Sumber Daya Mineral Indonesia, pada tahun 2025 penggunaan dari energi fosil tidak lebih dari 20%. Salah satu dari peningkatan permintaan adalah dengan menggunakan biofuel energi yaitu biodiesel. Pra prancangan pabrik Biodiesel tanaman dengan kapasitas pabrik 30.000 ton/tahun ini beroperasi selama 330 hari setahunnya dalam 24 jam. Pembuatan biodiesel dilakukan mengggunakan proses transesterifikasi menggunakan katalis basa. Minyak Kelapa Sawit yang dibutuhkan sebanyak 49.021,0284 ton/tahun, methanol 11.280,5620 ton/tahun. Reaksi akan dijalankan menggunakan Reaktor Alir Tangki Berpengaduk (RATB) dengan konversi reaksi sebesar 80%. Reaktor beroperasi pada suhu 110 oC dan tekanan 1 atm. Luas bangunan pabrik adalah 8000 m 2. Lokasi pabrik ini akan berada di Medan, Sumatera Utara di mana itu relatif dekat dengan bahan baku utama yang merupakan produsen minyak sawit mentah PT Agro Sarana Nusantara. Hasil analisa ekonomi menghasilkan nilai BEP sebesar 45,67%, presentase SPD sebesar 26,23% dan presentase DCFR 18,02%. Hasil analisa ekonomi menunjukan bahwa Pabrik Biodiesel dari Minyak Kelapa Sawit Kapasitas 30.000 ton/tahun dapat dibangun dan termasuk dalam pabrik kimia resiko rendah. | en_US |