Model Pengujian Penyembuhan Luka Diabetik pada Hewan Uji Tikus dan Pengembangan Sediaan Nanohidrogel Kombinasi Pegagan (Centella asiatica L.) dan Jintan Hitam (Nigella sativa L.)
Abstract
Latar Belakang: Diabetes melitus sering menyebabkan luka diabetik kronik yang
sulit sembuh. Penelitian ini mengembangkan nanohidrogel kombinasi pegagan
(Centella asiatica L.) dan jintan hitam (Nigella sativa L.) serta memvalidasi
model luka diabetik pada tikus.
Tujuan: Mengevaluasi sediaan nanohidrogel kombinasi pegagan dan jintan hitam
serta memvalidasi metode uji penyembuhan luka diabetik.
Metode: Nanoemulsi dibuat solid kemudian diformulasikan dengan carbopol dan
akuades menjadi nanohidrogel. Tikus diinduksi menggunakan nicotinamide-
streptozotocin dan alloxan untuk membentuk model diabetes yang KGDP nya di
cek berkala hari ke-0 hingga ke-16. Luka sayat diamati pada hari ke-0 hingga ke-
12 untuk dihitung dalam persentase dan diamati berdasarkan skoring luka
menutup luka mengering kemudian dianalisis dengan Post Hoc test.
Hasil: Nanohidrogel menunjukkan hasil yang baik dan stabil berdasarkan hasil
evaluasi dan standardisasinya yang memenuhi syarat. Induksi streptozotocin-
nicotinamide dan alloxan berhasil meningkatkan KGDP tikus mencapai rentang
diabetes berdasarkan perbedaan KGDP pre dan post. % penyembuhan luka dan
skoring pengamatan luka masing-masing metode induksi tidak menunjukkan
perbedaan signifikan dibandingkan dengan kontrol negatif, tetapi terdapat profil
yang berbeda antar metode.
Kesimpulan: Nanohidrogel kombinasi pegagan dan jintan hitam berpotensi
menjadi penyembuh luka diabetik. Metode induksi hiperglikemia menggunakan
streptozotocin-nicotinamide menghasilkan model tikus diabetik yang lebih stabil.
Collections
- Pharmacy [2101]
