Studi Netnografi tentang Representasi Kolektif Netizen terhadap Perceraian Selebgram di YouTube Perspektif Hukum Islam
Abstract
Penelitian ini mengkaji representasi kolektif netizen terhadap perceraian selebgram
Dilan Janiyar di YouTube dan menganalisisnya dalam perspektif hukum Islam.
Perceraian figur publik di ruang digital kerap memicu respons masif dari netizen
yang berkembang menjadi wacana kolektif bermuatan nilai sosial, moral, dan
keagamaan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode
netnografi. Data dikumpulkan melalui observasi non-partisipatif terhadap 547
komentar dari tiga channel YouTube, yakni CURHAT BANG Denny Sumargo,
Rachel Vennya, dan Ello MG, yang diambil secara snapshot pada 13 Desember
2025 dan dianalisis menggunakan NVivo melalui pengodean tematik. Pertama,
hasil penelitian menunjukkan bahwa representasi kolektif netizen terbentuk melalui
lima tema utama: penilaian terhadap istri (43,3%), perselingkuhan (28,1%),
penilaian terhadap suami (23,2%), dampak sosial perceraian (8,6%), dan kesadaran
hukum perceraian (3,1%). Dilan Janiyar direpresentasikan secara positif sebagai
perempuan yang kuat, rasional, dan bermartabat dalam menghadapi pengkhianatan.
Perselingkuhan diposisikan sebagai pelanggaran moral yang tidak dapat dibenarkan
dalam kondisi apa pun, sementara suami direpresentasikan secara negatif atas
kegagalannya menjalankan peran keluarga secara etis dan bertanggung jawab.
Kedua ditinjau dari perspektif hukum Islam, representasi netizen menunjukkan
adanya kesadaran moral dan keagamaan dalam memahami kewajiban nafkah,
tanggung jawab suami dan pengkhianatan dalam rumah tangga. Namun, ekspresi
yang muncul dalam komentar tidak disertai rujukan eksplisit pada ketentuan fikih
munakahat maupun pasal-pasal KHI secara spesifik, sehingga representasi yang
terbentuk lebih mencerminkan nilai-nilai Islam yang telah terinternalisasi secara
implisit daripada kesadaran hukum Islam yang terstruktur.
Collections
- Islamic Law [996]
