| dc.description.abstract | Penelitian ini bertujuan untuk menguji ada tidaknya hubungan sifat marah dengan perilaku mengemudi agresif. Dugaan awal yang diajukan dalam penelitian ini adalah ada hubungan positif yang signifikan sifat marah dengan perilaku mengemudi agresif. Semakin tinggi sifat marah, semakin tinggi perilaku mengemudi agresif individu, sebaliknya semakin rendah sifat marah individu maka semakin rendah perilaku mengemudi agresif yang dilakukan individu di jalan raya. Data dikumpulkan dengan menggunakan skala Aggressive Driving Behavior Scale (ADBS) yang disesuaikan dengan kondisi yang ada di Indonesia mengacu pada aspek yang dikemukakan oleh Houston et al. (2003) dan subskala trait anger-reaction dan trait anger-temperament yang dikemukakan oleh Spielberger (1988). Metode analisis data yang dilakukan dalam penelitian ini menggunakan program SPSS versi 17.0. Korelasi product moment dari Pearson menunjukkan korelasi diperoleh r = 0,389 dan p=0,000 (p < 0,01), yang artinya yang artinya ada hubungan yang signifikan antara sifat marah dengan perilaku mengemudi agresif. Sumbangan efektif sifat marah terhadap perilaku mengemudi agresif sebesar 0,152 atau 15,2%. Jadi hipotesis diterima. | en_US |