Show simple item record

dc.contributor.authorSalsabila, Khanza Adinda
dc.date.accessioned2026-08-06T07:32:55Z
dc.date.available2026-08-06T07:32:55Z
dc.date.issued2026
dc.identifier.uridspace.uii.ac.id/123456789/65705
dc.description.abstractLatar belakang: Pegagan dan jintan hitam diketahui memiliki aktivitas farmakologi yang baik, terutama dalam mempercepat penyembuhan luka melalui kandungan asiaticoside dan thymoquinone. Namun, kedua ekstrak tersebut memiliki kelarutan yang rendah, sehingga diperlukan formulasi dalam sediaan nanoemulsi untuk meningkatkan kelarutan di dalam tubuh. Tujuan: Penelitian ini dilakukan untuk mengevaluasi sediaan nanoemulsi kombinasi ekstrak pegagan dan jintan hitam (NEPJ) dan mengetahui pengaruh pemberian NEPJ terhadap aktivitas regenerasi sirip kaudal ikan zebra yang diinduksi diabetes. Metode: Pengujian meliputi standarisasi ekstrak jintan hitam, formulasi dan evaluasi sediaan nanoemulsi seperti uji stabilitas termodinamik, ukuran partikel, polydispersity indeks (PI), zeta potensial, persen transmitan, viskositas, dan homogenitas. Uji aktivitas regenerasi sirip kaudal ikan zebra dilakukan menggunakan empat kelompok (n=10), yaitu kelompok normal, kontrol negatif, perlakuan 1 (NEPJ 5 ppm), dan perlakuan 2 (NEPJ 10 ppm). Diabetes diinduksi dengan perendaman aloksan 300 mg/100 mL selama 1 jam, dilanjutkan pemberian glukosa 2% selama 5 hari, kecuali pada kelompok normal. Kadar glukosa darah dianalisis dengan uji Paired Sample Wilcoxon Test. Pengamatan regenerasi sirip kaudal dilakukan sebelum amputasi, setelah amputasi, hari ke-5 dan ke-10 pasca amputasi menggunakan mikroskop stereo. Data persentase regenerasi dianalisis menggunakan uji One Way ANOVA dan Post Hoc Tukey. Hasil: NEPJ memiliki karakteristik fisik yang baik, ditandai ukuran partikel 144,47 +0,32 nm, nilai PI 0,454 ± 0,01, zeta potensial -31,6±0,10 mV, persen transmitan 91,70,0%, viskositas 72,57 0,25 CP, homogen, serta tidak mengalami pemisahan fase. Hasil kadar glukosa darah meningkat secara signifikan dari 64 ± 9,7 mg/dL sebelum induksi menjadi 196 ± 87,6 mg/dL setelah induksi (p<0,05) yang menunjukkan keberhasilan induksi diabetes. Persentase regenerasi sirip kaudal pada kelompok kontrol normal, kontrol negatif, NEPJ 5 ppm, dan NEPJ 10 ppm berturut-turut sebesar 49,24 ± 17,50%; 27,58 ± 7,12%; 68,77 ± 13,72%; dan 69,66 14,47%. Hasil uji statistik menunjukkan terdapat perbedaan signifikan antar kelompok (p<0,05), dengan NEPJ 10 ppm memberikan aktivitas regenerasi tertinggi dibandingkan kelompok lainnya. Kesimpulan: Sediaan NEPJ memiliki karakteristik fisikokimia yang baik dan mampu meningkatkan regenerasi sirip kaudal ikan zebra yang diinduksi diabetes.en_US
dc.publisherUniversitas Islam Indonesiaen_US
dc.subjectHiperglikemiaen_US
dc.subjectCentella Asiaticaen_US
dc.subjectNigella sativaen_US
dc.subjectnanoemulsien_US
dc.subjectregenerasien_US
dc.titleAktivitas Nanoemulsi Kombinasi Ekstrak Pegagan (Centella Asiatica) dan Jintan Hitam (Nigella Sativa) Terhadap Regenerasi Sirip Kaudal Ikan Zebra yang diinduksi Diabetesen_US
dc.typeThesisen_US
dc.Identifier.NIM22613097


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record