Show simple item record

dc.contributor.authorKamila, Sofa Tasya
dc.date.accessioned2026-08-06T07:14:37Z
dc.date.available2026-08-06T07:14:37Z
dc.date.issued2026
dc.identifier.uridspace.uii.ac.id/123456789/65702
dc.description.abstractLatar Belakang: Pegagan dan jintan hitam mengandung asiaticoside dan thymoquinone yang bersifat antiinflamasi dan antioksidan. Rendahnya kelarutan dan bioavailabilitas kedua senyawa dapat ditingkatkan melalui sistem penghantaran nanoemulsi. Namun, ukuran partikel nano berpotensi memengaruhi profil keamanan sehingga diperlukan uji toksisitas akut. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi karakteristik fisikokimia sediaan nanoemulsi kombinasi ekstrak pegagan dan jintan hitam, serta menganalisis profil toksisitasnya terhadap ikan zebra berdasarkan perubahan tanda klinis, nilai LC50, dan gambaran histopatologi hati. Metode: Penelitian eksperimental dengan desain post-test control group only menggunakan 49 ikan zebra yang dibagi menjadi 7 kelompok. Evaluasi sediaan nanoemulsi meliputi organoleptik, persen transmitan, viskositas, ukuran partikel, polydispersity index, dan zeta potensial, serta stabilitas sediaan melalui uji sentrifugasi dan freeze-thaw cycle. Uji toksisitas akut dilakukan selama 96 jam menggunakan Fish Acute Toxicity (FAT) OECD Guideline No. 203. Parameter toksisitas yang diamati meliputi perubahan tanda klinis, mortalitas untuk penentuan nilai LC50 menggunakan analisis probit, serta perubahan histopatologi hati yang dianalisis menggunakan uji Jonckheere–Terpstra. Hasil: Evaluasi sediaan nanoemulsi menunjukkan karakteristik fisikokimia yang baik, meliputi penampilan organoleptik yang homogen, nilai persen transmitan 91,7 ± 0%, viskositas 72,57 ± 0,25 cP, ukuran partikel 144,5 ± 0,32 nm, PI 0,454 ± 0,01, zeta potensial -31,6 ± 0,1 mV, serta stabilitas yang baik tanpa pemisahan fase pada uji sentrifugasi maupun freeze-thaw cycle. Pengamatan toksisitas akut menunjukkan peningkatan tanda klinis seiring bertambahnya konsentrasi dan lama paparan, namun tidak ditemukan kematian ikan selama 96 jam. Sehingga nilai LC50 diperkirakan lebih dari 800 ppm. Pengamatan histopatologi hati menunjukkan perubahan ringan hingga sedang, dengan hanya parameter vakuolisasi sitoplasma yang menunjukkan tren peningkatan signifikan seiring meningkatnya konsentrasi perlakuan (p < 0,05). Kesimpulan: Nanoemulsi kombinasi ekstrak pegagan dan jintan hitam memiliki karakteristik fisikokimia yang baik dan menunjukkan toksisitas akut yang rendah pada ikan zebra berdasarkan tanda klinis, histopatologi hati, dan nilai LC50 >800 ppm yang tidak diklasifikasikan sebagai berbahaya akut terhadap organisme akuatik menurut GHS.en_US
dc.publisherUniversitas Islam Indonesiaen_US
dc.subjectCentella Asiaticaen_US
dc.subjectNigella sativaen_US
dc.subjectFish Acute Toxicityen_US
dc.subjectDanio Rerioen_US
dc.titleToksisitas Formulasi Sediaan Nanoemulsi Kombinasi Ekstrak Pegagan (Centella asiatica L.) dan Jintan Hitam (Nigella sativa L.) pada Ikan Zebraen_US
dc.typeThesisen_US
dc.Identifier.NIM22613112


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record