| dc.description.abstract | Latar Belakang: Pegagan dan jintan hitam mengandung asiaticoside dan
thymoquinone yang bersifat antiinflamasi dan antioksidan. Rendahnya kelarutan
dan bioavailabilitas kedua senyawa dapat ditingkatkan melalui sistem penghantaran
nanoemulsi. Namun, ukuran partikel nano berpotensi memengaruhi profil
keamanan sehingga diperlukan uji toksisitas akut.
Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi karakteristik fisikokimia
sediaan nanoemulsi kombinasi ekstrak pegagan dan jintan hitam, serta menganalisis
profil toksisitasnya terhadap ikan zebra berdasarkan perubahan tanda klinis, nilai
LC50, dan gambaran histopatologi hati.
Metode: Penelitian eksperimental dengan desain post-test control group only
menggunakan 49 ikan zebra yang dibagi menjadi 7 kelompok. Evaluasi sediaan
nanoemulsi meliputi organoleptik, persen transmitan, viskositas, ukuran partikel,
polydispersity index, dan zeta potensial, serta stabilitas sediaan melalui uji
sentrifugasi dan freeze-thaw cycle. Uji toksisitas akut dilakukan selama 96 jam
menggunakan Fish Acute Toxicity (FAT) OECD Guideline No. 203. Parameter
toksisitas yang diamati meliputi perubahan tanda klinis, mortalitas untuk penentuan
nilai LC50 menggunakan analisis probit, serta perubahan histopatologi hati yang
dianalisis menggunakan uji Jonckheere–Terpstra.
Hasil: Evaluasi sediaan nanoemulsi menunjukkan karakteristik fisikokimia yang
baik, meliputi penampilan organoleptik yang homogen, nilai persen transmitan 91,7
± 0%, viskositas 72,57 ± 0,25 cP, ukuran partikel 144,5 ± 0,32 nm, PI 0,454 ± 0,01,
zeta potensial -31,6 ± 0,1 mV, serta stabilitas yang baik tanpa pemisahan fase pada
uji sentrifugasi maupun freeze-thaw cycle. Pengamatan toksisitas akut
menunjukkan peningkatan tanda klinis seiring bertambahnya konsentrasi dan lama
paparan, namun tidak ditemukan kematian ikan selama 96 jam. Sehingga nilai LC50
diperkirakan lebih dari 800 ppm. Pengamatan histopatologi hati menunjukkan
perubahan ringan hingga sedang, dengan hanya parameter vakuolisasi sitoplasma
yang menunjukkan tren peningkatan signifikan seiring meningkatnya konsentrasi
perlakuan (p < 0,05).
Kesimpulan: Nanoemulsi kombinasi ekstrak pegagan dan jintan hitam memiliki
karakteristik fisikokimia yang baik dan menunjukkan toksisitas akut yang rendah
pada ikan zebra berdasarkan tanda klinis, histopatologi hati, dan nilai LC50 >800
ppm yang tidak diklasifikasikan sebagai berbahaya akut terhadap organisme
akuatik menurut GHS. | en_US |