| dc.description.abstract | PT.Yogyakarta Tekstil merupakan salah satu perusahaan kain warp-knitting di Indonesia, terletak di provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Dalam rangka mempertahankan produktivitasnya, keberadaan dan kapasitas mesin harus senantiasa menjadi perhatian oleh perusahaan. Dalam penelitian ini, ditemukan permasalahan terkait dengan pengaruh pemberhentian mesin (downtime) terhadap pencapaian produk akhir yang fluktuatif. Dari permasalahan tersebut dapat diukur sejauh mana efektifitas yang mampu dicapai oleh mesin selama periode terpilih yaitu bulan Desember 2015 nilai OEE yang dihasilkan sebesar 58,44%, dengan nilai Availability sebesar 92%, nilai Performance Rate sebesar 63.75%, dan nilai Rate of Quality sebesar 99.64% sedangkan bulan Januari 2016 nilai OEE yang dihasilkan sebesar 49.13% dengan nilai Availability sebesar 91.33%, nilai Performance Rate sebesar 53.79%, dan nilai Rate of Quality sebesar 100%. Downtime mesin selama bulan Desember 2015 adalah selama 2188 menit, dengan jumlah kain yang mampu dihasilkan ialah sebanyak 1055.1 meter kain meter, sedangkan bulan Januari 2016 dengan downtime mesin selama 2372 menit, kain yang mampu dihasilkan sebanyak 841.44 meter saja. Manajemen perawatan harus senantiasa dilaksanakan dalam menekan angka downtime serta meningkatkan efektifitas mesin produksi. Konsep TPM atau (Total Productive Maintenance) diangkat sebagai sebuah konsep dalam mengelola dan menjaga keberadaan mesin produksi. Parameter yang digunakan dalam mencapai TPM ini adalah kombinasi dari pengukuran efektifitas mesin OEE yang dipadukan dengan DMAIC Six Sgma pada bagian filosofi manajemen. Beberapa upaya dalam meningkatkan efektifitas mesin produksi di antaranya adalah dengan melakukan penjadwalan preventif dan mengimpelentasikannya terhadap penggantian beberapa komponen mesin, seperti pompa atau foreign oil, van belt mesin, TongUe, guide dan jarum sampai pengecekan aki di mesin BLT. Membangun budaya 5S dalam menjaga serta meningkatkan produktivitas, dengan melakukan perbaikan secara bertahap dan kontinu. | en_US |