| dc.description.abstract | Hexamine banyak digunakan sebagai bahan baku pembuatan peledak. Selain itu juga banyak digunakan di bidang industri resin, industri karet berfungsi sebagai akselerator agar karet menjadi elastis, di bidang tekstil untuk memperindah warna dan di bidang serat selulosa digunakan untuk menambah elastisitas. Untuk memenuhi kebutuhan hexamine dalam negeri, hexamine masih harus diimpor dan dengan adanya peluang ekspor yang masih terbuka, maka dirancang pabrik hexamine dengan kapasitas 22.000 ton/tahun dengan bahan baku amonia dan formaldehid. Pabrik direncanakan berdiri di Palembang, Sumatra Selatan pada tahun 2021. Reaksi pembentukan hexamine dari amonia dan formaldehid merupakan reaksi homogen fase cair. Reaksi berlangsung di dalam reaktor alir tangki berpengaduk (RATB) pada suhu 40oC dan tekanan 16 atm dengan waktu tinggal dalam reaktor selama 1 jam dan menggunakan koil sebagai pendingin. Konversi reaksi yang dihasilkan sebesar 97%. Produk yang dihasilkan adalah hexamine dengan kadar 99,5%. Tahapan proses meliputi persiapan bahan baku amonia dan formaldehid, pembentukan hexamine di dalam reaktor, dan pemurnian produk. Pemurnian produk dilakukan didalam evaporator, crystallizer, centrifuge, washing tank dan rotary dryer. Unit pendukung proses pabrik meliputi unit pengadaan air, steam, udara tekan, tenaga listrik, air dingin dan bahan bakar. Bentuk perusahaan yang dipilih adalah Perseroan Terbatas (PT), dengan struktur organisasi line and staff. Dari hasil analisis ekonomi diperoleh, ROI (Return on Investment) sebelum dan sesudah pajak sebesar 23,93% dan 17,94%, POT (Pay Out Time) sebelum dan sesudah pajak selama 2,95 dan 3,85 tahun. BEP (Break Even Point) 56,23%, dan SDP (Shutdown Point) 31,76% dan DCF ( Discounted Cash Flow ) sebesar 20,41%. Jadi dari segi ekonomi pabrik tersebut layak untuk didirikan. | en_US |