Iritasi Nanohidrogel Kombinasi Ekstrak Pegagan (Centella Asiatica) dan Jintan Hitam (Nigella Sativa) Pada Kulit Kelinci
Abstract
Latar belakang: Kombinasi ekstrak pegagan dan jintan hitam berpotensi
dikembangkan menjadi nanohidrogel dengan aktivitas antiinflamasi dan
penyembuhan luka. Namun, daya penetrasi tinggi sistem nano perlu dievaluasi
melalui uji iritasi akut dermal.
Tujuan: Memformulasikan, mengevaluasi karakteristik fisik, serta menguji iritasi
nanohidrogel pada kulit kelinci.
Metode: Karakterisasi sediaan nanoemulsi, solid nanoemulsi, dan nanohidrogel
meliputi uji organoleptik, homogenitas, viskositas, sifat alir, pH, daya sebar, daya
lekat, sentrifugasi, persen transmitan, ukuran partikel, IP, zeta potensial, freeze-
thaw cycle, FTIR, XRD, dan SEM. Uji iritasi metode Draize dilakukan pada 6 area
punggung kelinci (masing-masing seluas 6 cm2) yang dibagi menjadi 6 kelompok
uji: kontrol normal, basis nanoemulsi, basis nanohidrogel, perlakuan 1 (kombinasi
ekstrak), 2 (nanoemulsi), dan 3 (nanohidrogel). Skor eritema/edema diamati pada
jam ke-1, 24, 48, 72, hingga hari ke-14 oleh 5 peneliti. Nilai median digunakan
untuk menghitung indeks iritasi primer dan kategori iritasi (sangat ringan hingga
kuat).
Hasil: Evaluasi fisik dan stabilitas menunjukkan karakteristik fisik nanohidrogel
yang baik. Hasil uji iritasi menghasilkan nilai indeks iritasi primer 0,0-0,4 (kategori
sangat ringan) dengan reaksi minimal bersifat reversibel.
Kesimpulan: Nanohidrogel kombinasi ekstrak pegagan dan jintan hitam memiliki
karakteristik fisik yang baik serta tidak memicu iritasi dermal yang signifikan
Collections
- Pharmacy [2101]
