Analisis Pengendalian Kualitas pada Kecacatan Produk Komponen Trendgate Bed – High Low Link Bush dengan Metode Six Sigma dan FMEA (Failure Mode and Effect Analysis) (Studi Kasus di PT Mega Andalan Kalasan)
Abstract
PT Mega Andalan kalasan adalah perusahaanyang memproduksi peralatan rumah sakit (hospital equipment) salah satunya adalah produk trendgate bed dengan salah satu komponennya adalah high low link bush. Dalam proses produksi komponen high low link bush masih terdapat produk cacat yaitu kempot dan lembab. Oleh karena itu, perlu adanya upaya peningkatan perbaikan kualitas agar perusahaan dapat bersaing dengan perusahaan-perusahaan global. Salah satu model perbaikan peningkatan kualitas untuk mengurangi produk cacat adalah program Six Sigma dengan metode DMAIC (Define- Measure-Analyze-Improve-Control). Penelitian ini mengkaji data atribut dan data variabel berupa diameter lingkaran luar, diameter lingkaran dalam, dan ketebalan permukaan lingkaran. Pada tahap define dilakukan identifikasi suatu permasalahan menggunakan diagram SIPOC dan diagram OPC. Tahap measure yaitu tahap pengukuran proses produksi dengan menentukan Critical To Quality (CTQ) dan menghitung nilai DPMO dan tingkat sigma. Tahap analyze yaitu menganalisis kapabilitas proses produksi, stabilitas proses dengan uji hipotesis chi kuadrat, dan keterkendalian proses dengan peta kendali X-bar peta serta menghitung proporsi cacat dengan kendali p. Analisis cacat terbesar menggunakan diagram Pareto dan akar penyebab cacat dikaji menggunakan diagram Fishbone. Akar penyebab cacat yang telah diketahui dianalisis dengan metode FMEA untuk mengetahui tingkat kegagalan potensial. Tahap improve dilakukan dengan metode 5W dan 1H. Hasil menunjukkan bahwa kapabilitas proses produksi cukup baik akan tetapi kondisi proses belum stabil untuk variabel diameter lingkaran luar dengan tingkat sigma yang dihasilkan sebesar 2,25dan DPMO sebanyak 226627, dan ketebalan permukaan lingkaran, dengan tingkat sigma yang dihasilkan sebesar 4,95dan DPMO sebanyak 280, sedangkan variabel diameter lingkaran dalam stabil dengan tingkat sigma yang dihasilkan sebesar 1,35dan DPMO sebanyak 559618. Berdasarkan diagram Pareto, cacat lembab merupakan cacat yang sering terjadi pada komponen high low link bush dan akar penyebabnya adalah faktor manusia yaitutingkat keahlian kurang, dan faktor metode yaitu tidak ada SOP tertulis. Dari hasil analisis perhitungan FMEA nilai RPN tertinggi berada pada faktor operator, dengan kegagalan potensial yang disebabkan oleh tingkat keahlian kurang.Berdasarkan metode Six Sigma, usulan perbaikan bagi perusahaan untuk mengurangi kecacatan produk komponen high low link bush yaitu mengkaji ulang dalam settingan parameter mesin dengan mendokumentasikan secara tertulis dikarenakan operator kurang ahli dalam mensetting parameter settingan mesin sehingga operator kurang mengetahui kapan seharusnya mesih bisa dijalankan untuk proses injeksi, dan menerapkan prosedur SOP secara tertulis dan melakukan pengawasan tehadap karyawan terkait SOP.
Collections
- Industrial Engineering [3109]
