| dc.description.abstract | Latar belakang: Anemia kondisi ketika kadar hemoglobin dalam darah berada di
bawah nilai normal. Prevalensi anemia pada remaja putri di Indonesia sebesar 30–
32%. Pemerintah sudah menyediakan TTD untuk mencegah anemia, namun
kepatuhan konsumsi masih rendah. Di era digital, TikTok menjadi media yang
banyak digunakan masyarakat terutama remaja, sehingga berpotensi menjadi media
edukasi yang efektif untuk meningkatkan pemahaman mengenai anemia dan
penggunaan TTD.
Tujuan: Mengetahui pengaruh edukasi melalui media TikTok terhadap tingkat
pengetahuan dan sikap siswi SMA N 1 Ngaglik mengenai konsumsi TTD.
Metode : Penelitian ini menggunakan desain quasi-experimental dengan
pendekatan one group pretest-posttest. Populasi penelitian berjumlah 483 siswi
SMA N 1 Ngaglik, dengan jumlah responden yang memenuhi kriteria dan
berpartisipasi sebanyak 325 siswi. Pengumpulan data dilakukan menggunakan
kuesioner pretest dan posttest setelah pemberian edukasi melalui video TikTok.
Analisis data menggunakan uji Wilcoxon, Kruskal-Wallis, Mann-Whitney, dan Chi-
Square.
Hasil: Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dari 95%
menjadi 97% dan sikap dari 88% menjadi 89% setelah diberikan edukasi melalui
TikTok. Hasil uji Wilcoxon menunjukkan nilai p-value 0,001 (p<0,05), yang berarti
terdapat pengaruh signifikan edukasi TikTok terhadap pengetahuan dan sikap
penggunaan TTD.
Kesimpulan: Edukasi melalui media TikTok berpengaruh signifikan terhadap
peningkatan pengetahuan dan sikap penggunaan TTD pada remaja putri. | en_US |