Perancangan Pusat Budaya Mangrove Berbasis Ekologi untuk Pemulihan Mangrove di Rupat
Abstract
Pulau Rupat Utara merupakan kawasan pesisir yang memiliki kekayaan ekosistem mangrove
serta budaya lokal Suku Akit, namun menghadapi berbagai permasalahan lingkungan seperti
abrasi pantai, degradasi mangrove, dan aktivitas penambangan pasir laut yang mengancam
keberlanjutan kawasan. Perancangan Mangrove Culture Center ini bertujuan menjadi wadah
konservasi, edukasi, wisata, dan pelestarian budaya yang mendukung upaya pemulihan
ekosistem mangrove sekaligus memperkenalkan identitas budaya masyarakat pesisir Rupat.
Metode perancangan menggunakan pendekatan arsitektur ekologis yang menekankan
keselarasan antara manusia dan lingkungan melalui pemanfaatan struktur berdampak rendah,
ventilasi alami, material yang berkelanjutan, serta penyesuaian terhadap kondisi iklim dan
ekosistem pesisir. Konsep desain mengintegrasikan narasi perjalanan manusia dalam memahami
alam melalui zonasi ruang yang terinspirasi dari struktur mangrove, yaitu akar, batang, dan
kanopi. Selain berfungsi sebagai pusat konservasi dan pembibitan mangrove, kawasan ini juga
menyediakan fasilitas edukasi, penelitian, kegiatan budaya Suku Akit, serta ekowisata berbasis
pengalaman.
Hasil perancangan menunjukkan bahwa Mangrove Culture Center dapat menjadi sarana yang
mendukung pemulihan mangrove, meningkatkan kesadaran lingkungan, memperkuat identitas
budaya lokal, serta mendorong pengembangan pariwisata berkelanjutan di Pulau Rupat Utara.
Collections
- Architecture [4119]
