Formulasi dan Karakteristik Kapsul S-snedds Propolis dengan Manitol dengan Perbandingan Menggunakan Metode Spray Drying dan Absorpsi
Abstract
Latar belakang: Propolis merupakan produk lebah yang kaya akan flavonoid dan
senyawa fenolik, namun sifat lipofiliknya menyebabkan kelarutan rendah.
Teknologi SNEDDS dapat membantu meningkatkan kelarutan propolis, dan
konversi menjadi S-SNEDDS dengan manitol diharapkan dapat meningkatkan
kelarutan dan kemudahan penggunaan.
Tujuan: Melakukan formulasi serta karakterisasi fisik kapsul S-SNEDDS propolis
dengan manitol dengan perbandingan menggunakan metode spray drying dan
absorpsi.
Metode: SNEDDS dibuat dengan mencampurkan ekstrak propolis ke dalam
Labrasol, Tween 80, dan propilen glikol, kemudian dipadatkan dengan eksipien
manitol melalui metode spray drying yang dilakukan dengan pengeringan udara
panas dan metode absorpsi dilakukan dengan pencampuran sederhana antara
eksipien dan SNEDDS. Karakterisasi meliputi ukuran partikel, polydispersity index
(PDI), potensial zeta, dan transmitansi. Evaluasi serbuk S-SNEDDS meliputi kadar
air, tapped density, dan sudut istirahat. Serbuk S-SNEDDS kemudian dimasukkan
ke dalam kapsul untuk dilakukan evaluasi keseragaman bobot dan waktu hancur.
Hasil: Formula S-SNEDDS propolis metode absorpsi dengan variasi manitol 12,5
gram menghasilkan ukuran partikel paling kecil 18,63 ± 1,91 nm; PDI 0,54 ± 0,04;
potensial zeta -33,17 ± 0,42 mV; dan transmitan 99,60 ± 0,00 % sehingga
menunjukkan karakteristik nanoemulsi yang baik. Evaluasi serbuk S-SNEDDS
menunjukkan kadar air sebesar 1,78 ± 0,01 % yang memenuhi syarat, sedangkan
tapped density 1,48 ± 0,05 g/mL; Hausner Ratio 1,50 ± 0,05; dan sudut istirahat
0,00 ± 0,00 menunjukkan hasil serbuk yang kurang baik. Hasil evaluasi kapsul
menunjukkan nilai rata-rata keseragaman bobot sebesar 499,83 ± 0,20 mg dan
waktu hancur 07,08 ± 0,06 menit sehingga memenuhi persyaratan.
Kesimpulan: Metode absorpsi dengan eksipien manitol 12,5 gram menghasilkan
Collections
- Pharmacy [2101]
