• Login
    View Item 
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Islamic Studies
    • Islamic Law
    • View Item
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Islamic Studies
    • Islamic Law
    • View Item
    JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

    Pemaknaan Pernikahan oleh Waria Muslim di Pesantren Al- Fatah Yogyakarta: Studi Fenomenologis dalam Perspektif Kajian Hukum Keluarga Islam.

    Thumbnail
    View/Open
    22421091.pdf (2.428Mb)
    Date
    2026
    Author
    Tsalitsa, Salma Nada
    Metadata
    Show full item record
    Abstract
    Penelitian ini berangkat dari realitas sosial yang berada di Pesantren Waria Al- Fattah Yogyakarta, dimana praktik pernikahan sesama jenis di kalangan waria muncul sebagai fenomena yang menantang batas-batas normatif hukum keluarga Islam di Indonesia. Fokus utama kajian ini adalah mengeksplorasi bagaimana kelompok waria memaknai dan mempraktikkan pernikahan, serta bagaimana mereka menegoisasikan identitas gendernya di tengah sistem heteronormatif. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif fenomenologi dan lensa teori performativitas gender Judith Butler, penelitian ini berupaya menangkap pengalaman subjektif para waria yang seringkali terpinggirkan dalam diskusi hukum formal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bagi kelompok waria di Pesantren Al-Fattah, pernikahan bukan sekedar ikatan legal, melainkan sebuah “ruang performatif” untuk memvalidasi identitas feminim mereka. Praktik hubungan ini dilakukan melalui dua mekanisme utama: Pertama, sebagai bentuk afirmasi internal atas gender yang mereka pilih; Kedua, sebagai upaya menciptakan stabilitas sosial layaknya rumah tangga pada umumnya. Meskipun praktik ini secara formal bertentangan dengan hukum Islam dan Undang-Undang perkawinan di Indonesia, para informan membangun kontruksi “legalitas moral” sendiri sebagai dasar komitmen mereka. Penelitian ini menyimpulkan bahwa performativitas gender dalam pernikahan waria merupakan bentuk subversi terhadap kategori biologis anatomis, yang sekaligus memperlihatkan adanya ketegangan mendalam antara realitas kehidupan subjektif dengan batasan hukum normatif-yuridis yang berlaku.
    URI
    dspace.uii.ac.id/123456789/65635
    Collections
    • Islamic Law [996]

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV
     

     

    Browse

    All of DSpaceCommunities & CollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

    My Account

    LoginRegister

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV