Analisis Pengaruh Sektor Pariwisata Terhadap Tingkat Kemiskinan di Daerah Istimewa Yogyakarta
Abstract
Kemiskinan menjadi permasalahan yang rumit di Daerah Istimewa Yogyakarta
(DIY), meskipun sektor pariwisata terus bergerak sebagai salah satu pendorong
pembangunan ekonomi daerah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis
pengaruh langsung dan tidak langsung sektor pariwisata yang diukur melalui
jumlah kunjungan wisata, tingkat hunian kamar hotel, dan jumlah wisatawan yang
menggunakan jasa akomodasi terhadap tingkat kemiskinan di DIY, dengan
pertumbuhan ekonomi (PDRB) dan Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebagai
variabel mediasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode Partial Least
Squares – Structural Equation Modeling (PLS – SEM). Data yang digunakan
merupakan data sekunder periode tahun 2010 hingga 2024. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa hanya variabel jumlah wisatawan yang
menggunakan jasa akomodasi yang berpengaruh positif dan signifikan terhadap
PDRB dan PAD sub sektor pariwisata. Sementara itu, variabel jumlah kunjungan
wisata dan tingkat hunian kamar hotel tidak menunjukkan pengaruh signifikan
terhadap PDRB maupun PAD. Lebih lanjut, temuan penelitian menunjukkan
bahwa baik secara langsung maupun tidak langsung (dimediasi oleh PDRB dan
PAD), variabel sektor pariwisata yang diteliti tidak berpengaruh signifikan
terhadap penurunan tingkat kemiskinan di DIY selama periode 2010 hingga 2024. Hal ini mengindikasikan bahwa pertumbuhan sektor pariwisata belum secara
otomatis berkontribusi langsung pada penurunan kemiskinan di DIY. Berdasarkan
hasil tersebut, pemerintah daerah diharapkan mampu mengevaluasi ulang
pembangunan pariwisata untuk lebih inklusif dan memberikan dampak ekonomi
yang lebih nyata bagi masyarakat miskin.
