Show simple item record

dc.contributor.authorTasmiasari, Nia
dc.date.accessioned2026-08-05T07:14:14Z
dc.date.available2026-08-05T07:14:14Z
dc.date.issued2026
dc.identifier.uridspace.uii.ac.id/123456789/65624
dc.description.abstractKalender Hijriah Global Tunggal (KHGT) Muhammadiyah merupakan gagasan penyatuan kalender Islam global berbasis hisab modern dan prinsip kesatuan mathla’. Namun dalam implementasinya, KHGT Muhammadiyah memiliki perbedaan dengan Kalender Islam Global Turki hasil Konferensi Istanbul 2016 yang menjadi salah satu rujukan pengembangannya, khususnya dalam penafsiran konsep globalitas kalender terkait wilayah daratan Benua Amerika. Perbedaan tersebut menunjukkan bahwa penyatuan kalender Islam global tidak hanya berkaitan dengan aspek astronomi, tetapi juga melibatkan persoalan fikih, otoritas keagamaan, dan ijtihad hukum Islam kontemporer. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kerangka nalar fikih KHGT Muhammadiyah serta implementasinya terhadap pelaksanaan ibadah dalam perspektif maqasid al-syari’ah. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan (library research). Sumber data primer berupa dokumen resmi Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Pusat Muhammadiyah, meliputi: Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT), Ijtihad Membayar Hutang Peradaban, Risalah Islam Berkemajuan, Berita Resmi Muhammadiyah, serta maklumat penetapan hasil hisab terkait KHGT. Sumber data sekunder diperoleh dari Al-Qur’an, hadits, literatur fikih klasik dan kontemporer, serta jurnal ilmiah terkait KHGT. Hasil penelitian menyimpulkan: pertama, kerangka nalar fikih yang dipakai KHGT Muhammadiyah dibangun melalui manhaj tarjih yang memadukan dalil syar’i, perkembangan astronomi modern, dan prinsip kemaslahatan dengan menjadikan hisab hakiki sebagai metode penentuan awal bulan Hijriah serta prinsip kesatuan mathla’ global sebagai dasar unifikasi kalender Islam. Kedua, implementasi KHGT dalam praktik ibadah bertujuan untuk menyeragamkan penentuan awal bulan Hijriah secara global. Dalam praktiknya, waktu pelaksanaan ibadah tetap mengikuti fenomena lokal sesuai ketentuan syariat. Sementara itu, pada aspek sosial-keagamaan, KHGT berupaya menghadirkan kepastian dan keseragaman penanggalan guna mendukung keteraturan dalam kehidupan umat Islam. Dalam perspektif maqāṣid al-syarī‘ah, implementasi KHGT menunjukkan orientasi pada kemaslahatan melalui upaya menghadirkan kepastian penanggalan, kemudahan, dan keteraturan sosial-keagamaan.en_US
dc.publisherUniversitas Islam Indonesiaen_US
dc.subjectKalender Hijriah Global Tunggalen_US
dc.subjectHisaben_US
dc.subjectMaqasid Al-Syari’ahen_US
dc.titleKonsep Fikih Kalender Hijriah Global Tunggal Muhammadiyah dan Implementasinya Terhadap Pelaksanaan Ibadah dalam Perspektif Maqashid Al-syari’ahen_US
dc.typeThesisen_US
dc.Identifier.NIM22421001


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record