Prarancangan Pabrik Carbon Black dari Gas Alam dengan Kapasitas 75.000 Ton/Tahun Prarancangan Pabrik
View/ Open
Date
2026Author
Pramudya, Marciello Agisto
Sanova, Ghea Febriani
Metadata
Show full item recordAbstract
Karbon Hitam merupakan bahan industri yang banyak digunakan sebagai
pigmen dan bahan penguat pada produk seperti ban dan berbagai produk karet
lainnya. Pendirian pabrik karbon hitam di Indonesia mempunyai potensi strategis
untuk mengurangi ketergantungan impor dan memenuhi kebutuhan konsumsi di
Indonesia. Pabrik direncanakan berdiri pada tahun 2030 di Bontang, Kalimantan
Timur, dengan kapasitas produksi sebesar 75.000 ton/tahun. Pabrik akan dibangun
di atas lahan seluas 49.380,58 m2 dan melibatkan 150 karyawan, beroperasi selama
24 jam per hari dan 330 hari per tahun. Karbon hitam dihasilkan melalui proses
furnace yang melibatkan dua reaksi utama, yaitu reaksi pembakaran dan
perengkahan pada suhu 1700 °C dan tekanan 5 atm, dengan kebutuhan bahan baku
gas alam 24.750,57 kg/jam. Total kebutuhan utilitas mencapai 538.676,72 kg/jam.
Analisa risiko menunjukkan bahwa pabrik tergolong berisiko tinggi. Berdasarkan
evaluasi ekonomi, diperoleh keuntungan sesudah pajak sebesar Rp670.819.452.360
dengan ROI sebelum dan sesudah pajak masing-masing sebesar 45,11% dan
35,18%. Nilai POT sebelum dan sesudah pajak masing-masing adalah 1,81 tahun
dan 2,21 tahun. Selain itu, diperoleh BEP sebesar 44,44%, Shut Down Point (SDP)
sebesar 24,73%, dan Discounted Cash Flow Rate of Return (DCFRR) sebesar
15,27%. Berdasarkan hasil tersebut, pabrik karbon hitam dari gas alam layak untuk
didirikan di Indonesia.
Collections
- Chemical Engineering [1392]
