| dc.description.abstract | Setiap individu selalu mendambakan untuk mencapai kesejahteraan psikologis terutama pada Odapus perempuan yang belum menikah. Namun untuk mencapai kesejahteraan psikologis diperlukan kecerdasan emosi yang baik. Keterbatasan fisik serta sulitnya mengelola emosi membuat Odapus sulit mencapai kesejahteraan psikologis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kecerdasan emosi dengan kesejahteraan psikologis pada Odapus perempuan yang belum menikah. Hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini adalah terdapat hubungan positif antara kesejahteraan psikologis pada Odapus perempuan yang belum menikah. Semakin tinggi kecerdasan emosi semakin tinggi pula kesejahteraan psikologis, begitu juga sebaliknya, semakin rendah kecerdasan emosi semakin rendah pula kesejahteraan psikologis pada Odapus perempuan Subjek dalam penelitian ini adalah Odapus perempuan yang belum menikah dengan usia 16-30 tahun. Skala yang digunakan dalam penelitian ini adalah skala kecerdasan emsoi yang dimodifikasi oleh peneliti berdasarkan teori Golleman (2004) dan skala kesejahteraan psikologis berdasarkan teori dari Ryff (1995). Metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan program SPSS 16.0 untuk menguji apakah terdapat hubungan antara kecerdasan emosi dengan kesejahteraan psikologis. Korelasi product moment dari Spearman menunjukkan nilai r = 0,714 dan p = 0,00 (p < 0,01), yang artinya ada hubungan yang sangat signifikan antara kecerdasan emosi dengan kesejahteraan psikologis pada Odapus perempuan yang belum menikah, sehingga hipotesis diterima. | en_US |