Evaluasi Penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja Berdasarkan ISO 9001:2015 Pada Industri Manufaktur (Studi Kasus: Industri Pengecoran Logam)
Abstract
Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) merupakan aspek penting dalam mendukung
operasional perusahaan dan melindungi pekerja dari potensi bahaya kerja. Pada salah satu
industry pengecoran logam di wilayah klaten telah menerapkan ISO 9001:2015 dan
memiliki prosedur kerja terdokumentasi, namun masih ditemukan perilaku kerja tidak
aman di area produksi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat kesesuaian
implementasi klausul 7, 8, dan 10 ISO 9001:2015, mengidentifikasi tingkat kesenjangan
antara standar dan praktik kerja aktual, serta menyusun rekomendasi perbaikan.
Penelitian ini menggunakan pendekatan mixed methods dengan pengumpulan data
melalui observasi, wawancara, dokumentasi, checklist gap analysis ISO 9001:2015, dan
observasi Behavior-Based Safety (BBS). Data dianalisis menggunakan tingkat
kesesuaian, nilai gap, dan Safe Behavior Index. Hasil penelitian menunjukkan bahwa
tingkat kesesuaian total implementasi ISO 9001:2015 sebesar 66,29% dengan rata-rata
gap sebesar 33,62%. Hasil observasi BBS menunjukkan Safe Behavior Index sebesar
38%, sehingga perilaku tidak aman masih lebih dominan. Indikator terlemah terdapat
pada tindakan berisiko, penggunaan APD, dan respons terhadap bahaya. Berdasarkan
hasil tersebut, perusahaan perlu memperkuat competence, awareness, pengendalian
operasional, dan pembinaan perilaku kerja aman agar implementasi sistem berjalan lebih
efektif.
Collections
- Industrial Engineering [3109]
