Analisis Kerugian Material dan Inefisiensi Anggaran Pada Perusahaan Produsen Control Board Menggunakan Metode Material Flow Cost Accounting (MFCA) dan Six Sigma
Abstract
Perusahaan manufaktur modul elektronik yang memproduksi control board atau printed circuit
board (PCB) memiliki peran penting dalam mendukung perkembangan industri peralatan
rumah tangga modern, mengingat tingginya nilai material yang digunakan seperti tembaga,
komponen semikonduktor, dan bahan solder, sehingga setiap pemborosan yang terjadi
berdampak langsung pada struktur biaya produksi. Pada perusahaan objek penelitian ini,
manajemen mencatat adanya peningkatan material loss, tingginya frekuensi rework, serta
kenaikan biaya limbah dan energi pada lini produksi yang terdiri dari tujuh Workstation. Dari
total input 50 kg/hari, sebesar 16,97 kg/hari (33,94%) menjadi produk negatif dan hanya 33,03
kg/hari (66,06%) menjadi produk positif. Penelitian ini bertujuan mengukur tingkat scrap dan
hidden cost pada setiap Workstation menggunakan metode material flow cost accounting
(MFCA), mengidentifikasi penyebab tingginya scrap melalui Six Sigma dengan pendekatan
DMAIC, pareto chart, dan fishbone diagram, serta merumuskan rekomendasi perbaikan proses
produksi. Hasil perhitungan MFCA menunjukkan total hidden cost mencapai
Rp9.375.274,23/hari. Analisis pareto menunjukkan bahwa Workstation 6 (Rework) merupakan
titik paling kritis dengan tingkat scrap tertinggi sebesar 10% (3,74 kg/hari) dan kontribusi
hidden cost terbesar sebesar Rp2.409.684,32/hari, sehingga ditetapkan sebagai prioritas utama
perbaikan, disusul Workstation 3 (Soldering) sebesar 8%, Workstation 5 (Functional Testing)
sebesar 7%, dan Workstation 2 (Component Placement) sebesar 6%. Analisis fishbone
mengungkap penyebab utama berupa kurangnya pelatihan dan sertifikasi operator, peralatan
tidak terkalibrasi, material tidak sesuai standar, SOP tidak terstandarisasi, serta lingkungan
produksi yang tidak terkontrol. Rekomendasi perbaikan diprioritaskan pada Workstation 6
melalui standarisasi SOP proses rework, pelatihan dan sertifikasi operator (IPC-7711/7721),
kalibrasi alat secara berkala, penerapan kontrol electrostatic discharge (ESD), serta
pengendalian kondisi lingkungan kerja guna mendukung efisiensi proses produksi.
Collections
- Industrial Engineering [3109]
