Formulasi dan Evaluasi Hidrogel Nanopartikel Perak Kurkumin Sebagai Antibakteri
Abstract
Latar belakang: Kurkumin memiliki aktivitas antibakteri, namun kurang stabil
dan kelarutannya rendah. Formulasi dalam bentuk nanopartikel perak serta
penggabungannya ke dalam hidrogel berpotensi meningkatkan efektivitas sebagai
sediaan topikal.
Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk memformulasikan hidrogel nanopartikel
perak kurkumin serta mengevaluasi aktivitas antibakterinya terhadap
Staphylococcus aureus.
Metode: Nanopartikel perak disisntesis menggunakan metode bioreduksi oleh
kurkumin dan dikarakterisasi meliputi ukuran partikel, indeks polidispersitas (PDI),
serta potensial zeta. Kemudian nanopartikel diformulasikan ke dalam hidrogel
dengan variasi konsentrasi dan dievaluasi sifat fisiknya. Uji antibakteri dilakukan
menggunakan metode difusi sumuran. Analisis statistik dilakukan menggunakan uji
ANOVA satu arah dengan tingkat signifikansi (α) sebesar 0,05.
Hasil: Nanopartikel terbentuk pada puncak serapan 423,5 nm dengan ukuran
partikel 87,6 ± 14,7 nm, indeks polidispersitas 0,4 ± 0,1, dan potensial zeta -24,8 ±
6,1 mV. Formulasi hidrogel F3 memenuhi seluruh parameter fisik sediaan topikal
yang baik. Uji ANOVA menunjukkan perbedaan signifikan antar formulasi
(p<0,05). Aktivitas antibakteri tertinggi ditunjukkan oleh F3 dengan zona hambat
sebesar 14,37 ± 0,25 mm.
Kesimpulan: Formulasi F3 hidrogel nanopartikel perak kurkumin memiliki
karakteristik fisik dan stabilitas yang baik serta aktivitas antibakteri terhadap
Staphylococcus aureus.
Collections
- Pharmacy [2101]
