Politik Dakwah di Pondok Pesantren Darush Sholihin Girisekar, Panggang, Gunungkidul: Perspektif Fikih Siyasah dan Pendekatan Transformasi Sosial Profetik
Abstract
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh fenomena diterimanya dakwah
berbasis manhaj salaf di Pondok Pesantren Darush Sholihin, Padukuhan Warak,
Girisekar, Panggang, Gunungkidul, sebuah wilayah yang sebelumnya dikenal kuat
dengan tradisi kejawen dan premanisme, tanpa menimbulkan gejolak sosial yang
berarti. Penelitian ini bertujuan menjawab dua rumusan masalah, yaitu bagaimana
politik atau strategi dakwah yang dilakukan oleh pimpinan dan Pondok Pesantren
Darush Sholihin dalam membangun penerimaan dan legitimasi sosial di masyarakat
Girisekar, serta bagaimana analisis fikih siyasah terhadap strategi dakwah tersebut
dalam perspektif kemaslahatan dan kepemimpinan Islam. Penelitian ini merupakan
penelitian kualitatif lapangan (field research) dengan pendekatan deskriptif-
analitis. Data dikumpulkan menggunakan teknik wawancara terhadap lima
narasumber (pimpinan pesantren, dua pengurus pesantren, musyrif, dan kepala
dukuh warak) dilakukan sejak April—Mei 2026, observasi partisipatif, dan
dokumentasi. Selanjutnya data dianalisis melalui kerangka fikih siyasah (konsep
imāmah, ri’āyah, maṣlaḥah, dan ḥikmah) serta pendekatan transformasi sosial
profetik Kuntowijoyo. Hasil penelitian ini sebagai berikut, pertama strategi dakwah
pesantren dibangun melalui kombinasi al-hikmah dan al-tadarruj dalam
penyampaian materi, pelayanan sosial sebagai pintu masuk kepercayaan, serta pola
relasi yang menghormati tokoh dan struktur sosial lokal (nguwongke), sehingga
legitimasi sosial terbentuk secara bertahap dari fase penolakan menuju penerimaan
aktif. Kedua, dalam perspektif fikih siyasah, strategi tersebut sejalan dengan prinsip
ri’āyah dan pertimbangan maslahat-mafsadat, sekaligus merepresentasikan
operasionalisasi nilai humanisasi, liberasi, dan transendensi dalam transformasi
sosial masyarakat desa.
Collections
- Islamic Law [996]
