Rancang Bangun Ruang Pengering Lemon sebagai Solusi Peningkatan Mutu Industri Dry Lemon Menggunakan Metode DoE (Studi Kasus: UMKM Dapur Watu Leter)
Abstract
Proses pengeringan merupakan tahap kritis dalam produksi dry lemon pada UMKM
Dapur Watu Leter yang masih mengandalkan panas matahari dengan suhu sekitar 28°C
dan waktu pengeringan hingga ± 4 hari. Proses konvensional tersebut menghasilkan bobot
susut rata-rata hanya 78%, jauh dari bobot susut optimal dry lemon yang seharusnya
mencapai 85%. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi faktor yang memengaruhi
proses pengeringan, menentukan kombinasi parameter optimal, serta merancang ruang
pengering yang sesuai menggunakan metode full faktorial 33 dengan tiga faktor kendali
yaitu suhu pengeringan (35°C, 40°C, 45°C), kecepatan aliran udara (3 m/s, 4 m/s, 5 m/s),
dan waktu pengeringan (7 jam, 10 jam, dan 13 jam), masing-masing dengan dua replikasi
sehingga total 54 percobaan. Hasil uji ANOVA menunjukkan bahwa suhu, kecepatan
udara, dan waktu pengeringan berpengaruh signifikan terhadap bobot susut dry lemon.
Berdasarkan analisis Signal to Noise Ratio (SNR) dengan karakteristik Nominal The
Better (NTB), kombinasi parameter yang paling optimal diperoleh pada suhu 45°C,
kecepatan udara 5 m/s, dan waktu pengeringan 13 jam, yang menghasilkan bobot susut
83,43% lebih optimal dan lebih mendekati target 85% dibandingkan proses konvensional
sebelumnya.
Collections
- Industrial Engineering [3109]
