• Login
    View Item 
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Industrial Technology
    • Mechanical Engineering
    • View Item
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Industrial Technology
    • Mechanical Engineering
    • View Item
    JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

    Optimasi Sifat Fisik dan Mekanik Hasil Las Mig (Metal Inert Gas) Pada Aluminium 6061 dengan Variasi Heat Input

    Thumbnail
    View/Open
    21525006.pdf (3.268Mb)
    Date
    2026
    Author
    Nashrulloh, Muhammad
    Metadata
    Show full item record
    Abstract
    Aluminium 6061 merupakan material yang banyak digunakan dalam industri karena memiliki massa jenis rendah, kekuatan yang baik, dan ketahanan korosi yang tinggi. Salah satu metode penyambungan yang umum digunakan adalah pengelasan MIG (Metal Inert Gas). Kualitas sambungan las MIG dipengaruhi oleh berbagai parameter, salah satunya heat input yang berpengaruh terhadap sifat fisik, mekanik, struktur mikro, dan ketahanan korosi hasil las. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi heat input terhadap kualitas sambungan las MIG aluminium 6061 serta menentukan parameter yang menghasilkan kualitas terbaik. Penelitian dilakukan menggunakan aluminium 6061 tebal 5 mm dengan kawat pengisi ER4043 dan gas pelindung argon. Variasi heat input yang digunakan yaitu 0,6 kJ/mm, 0,5 kJ/mm, dan 0,4 kJ/mm. Pengujian yang dilakukan meliputi uji tarik, tekuk, impak, kekerasan Vickers, struktur mikro, dan laju korosi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variasi heat input memberikan pengaruh terhadap sifat fisik dan mekanik sambungan las. Variasi heat input 0,4 kJ/mm menghasilkan sifat mekanik terbaik dengan kekuatan tarik 104,88 MPa, tegangan tekuk 487,47 MPa, energi impak 31 J, harga impak 0,462 J/mm2, dan kekerasan logam las 57,9 HVN. Pengamatan struktur mikro menunjukkan bahwa peningkatan heat input menyebabkan pertumbuhan butir dan pelebaran daerah HAZ, serta ditemukan porositas pada seluruh variasi. Hasil pengujian korosi menunjukkan bahwa heat input 0,4 kJ/mm dan 0,6 kJ/mm memiliki ketahanan korosi kategori Outstanding, sedangkan heat input 0,5 kJ/mm berada pada kategori Good. Dengan demikian, heat input 0,4 kJ/mm merupakan parameter optimum pada penelitian ini.
    URI
    dspace.uii.ac.id/123456789/65508
    Collections
    • Mechanical Engineering [787]

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV
     

     

    Browse

    All of DSpaceCommunities & CollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

    My Account

    LoginRegister

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV