| dc.description.abstract | Latar Belakang: Dermatitis adalah peradangan kulit karena paparan faktor
eksogen atau endogen yang menyebabkan perubahan pada kulit termasuk
pruritus. Pruritus pada dermatitis disebabkan oleh berbagai faktor, salah satunya
personal hygiene. Personal hygiene yang kurang baik dapat menyebabkan
penumpukan keringat, mikroorganisme, dan mudahnya alergen yang dapat
memicu inflamasi. Namun, hubungan personal hygiene dengan keparahan
pruritus belum banyak diteliti.
Tujuan Penelitian: Mengetahui hubungan personal hygiene dengan derajat
keparahan pruritus pada pasien dermatitis.
Metode Penelitian: Penelitian ini menggunakan metode observasional analitik
dengan rancangan cross-sectional. Sumber data diperoleh dari data primer pasien
dermatitis rawat jalan di RS UII melalui pengisian kuesioner personal hygiene dan
kuesioner derajat pruritus, seperti VAS dan 5DIS. Melalui purposive sampling,
didapatkan 40 pasien yang memenuhi kriteria inklusi. Analisis data dilakukan
secara univariat serta analisis bivariat menggunakan uji Pearson.
Hasil: Berdasarkan analisis bivariat menggunakan uji Spearman, terdapat
hubungan signifikan antara personal hygiene dengan derajat keparahan pruritus
pada pasien dermatitis di RS UII, baik dengan instrumen VAS (p = 0.028; r = -
0.348) maupun instrumen 5DIS (p = 0.002; r = -0.466). Kedua nilai koefisien
korelasi yang diperoleh menunjukkan kekuatan hubungan dalam kategori sedang.
Hubungan ini bersifat negatif yang berarti semakin baik personal hygiene pasien,
maka semakin ringan keluhan pruritus yang dirasakan.
Simpulan: Terdapat hubungan antara personal hygiene dengan derajat
keparahan pruritus pada pasien dermatitis. | en_US |