Formulasi dan Karakterisasi Kapsul SOLID Self- Nanoemulsifying Drug Delivery System (S-snedds) Propolis dengan Trehalosa
Abstract
Latar belakang: Propolis Trigona sp. mengandung senyawa bioaktif yang
berpotensi sebagai bahan obat, namun memiliki keterbatasan kelarutan dan
bioavailabilitas. SNEDDS dapat meningkatkan bioavailabilitas obat lipofilik, tetapi
bentuk cairnya kurang stabil dan kurang praktis untuk sediaan kapsul. Oleh karena
itu, SNEDDS dikembangkan menjadi S-SNEDDS menggunakan trehalosa.
Trehalosa merupakan disakarida nonhigroskopis yang mampu membentuk matriks
kaca dan ikatan hidrogen sehingga berperan sebagai penstabil selama proses
pengeringan.
Tujuan: Memformulasi dan mengkarakterisasi kapsul S-SNEDDS ekstrak propolis
dengan trehalosa sebagai eksipien penstabil pembentuk matriks.
Metode: SNEDDS cair ekstrak propolis yang terdiri dari Tween 80, Labrasol, dan
propilen glikol dikonversi menjadi serbuk S-SNEDDS melalui metode absorpsi
menggunakan trehalosa. Serbuk S-SNEDDS yang diperoleh kemudian
dikarakterisasi meliputi ukuran partikel, transmitan, indeks polidispersitas, dan
potensial zeta. Selanjutnya, serbuk dievaluasi melalui uji tapped density, kadar air,
dan sudut diam, kemudian diisi ke dalam kapsul untuk diuji keseragaman bobot dan
waktu hancur.
Hasil: Formula terbaik adalah formula 3, yaitu S-SNEDDS dari 4,75 g SNEDDS
propolis dengan 12,5 g trehalosa. Formula ini menghasilkan transmitan 97,8 ±
0,058 %; ukuran partikel 19,4 ± 5,024 nm; indeks polidispersitas 0,230 ± 0,084;
dan potensial zeta -31,5 ± 0,265 mV. Hasil evaluasi menunjukkan kadar air 0,96 ±
0,076 %; nilai Carr’s Index dari uji tapped density 12 ± 2%; sudut diam 22,71 ±
1,67 °; keseragaman bobot 500,635 ± 0,330 mg; dan waktu hancur 6,44 ± 0,110
menit.
Kesimpulan: Kapsul S-SNEDDS propolis dengan trehalosa berhasil
diformulasikan. Formula 3 menjadi formula terbaik karena memiliki karakteristik
nanoemulsi, sifat fisik serbuk, keseragaman bobot, dan waktu hancur kapsul yang
memenuhi kriteria.
Collections
- Pharmacy [2101]
