Show simple item record

dc.contributor.authorNabila, Aurellia Wanda
dc.date.accessioned2026-08-03T07:59:22Z
dc.date.available2026-08-03T07:59:22Z
dc.date.issued2026
dc.identifier.uridspace.uii.ac.id/123456789/65496
dc.description.abstractLatar belakang: Konsumsi daging anjing di beberapa wilayah Asia menimbulkan kekhawatiran mengenai kesehatan masyarakat sebagai akibat dari kemungkinan penularan penyakit zoonosis seperti Toxocara canis, Echinococcus granulosus, dan virus rabies, kondisi ini menimbulkan persoalan terkait kehalalan pangan bagi umat muslim karena status daging anjing termasuk bahan yang diharamkan dalam syariat islam. Mayoritas penduduk Indonesia adalah muslim sehingga jaminan kehalalan pangan terkait keberadaan daging anjing sangat penting. Namun, banyak dijumpai kasus pencampuran daging sapi dan daging anjing untuk menekan biaya produksi. Untuk itu diperlukan suatu metode analisis yang mampu untuk mendeteksi campuran daging anjing dalam daging sapi secara akurat mengingat bahwa ketika sudah dicampur, kedua daging sulit dibedakan secara visual. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan mengkuantifikasi daging anjing dengan memanfaatkan profil spektrum asam lemak menggunakan Fourier Transform Infrared Spectroscopy (FTIR) serta mengembangkan model klasifikasi berbasis Artificial Neural Network (ANN). Metode: Penelitian ini diawali dengan ekstraksi lemak menggunakan metode Bligh & Dyer, analisis profil spektrum asam lemak menggunakan FTIR, dan klasifikasi menggunakan model ANN dengan variasi hidden layer. Hasil: Penelitian ini menunjukkan perbedaan karakteristik spektrum FTIR antara daging sapi dan daging anjing. Metode ANN mampu mengklasifikasikan sampel dengan akurasi 100% dengan nilai AUC dan ROC sebesar 1,0. Selain itu, model ANN mampu serta mengkuantifikasi kadar campuran dengan akurasi 98,8% pada data kalibrasi dan 95,2% pada data validasi, serta RMSE kalibrasi 0,076 dan validasi 0,126 yang menunjukkan hasil prediksi akurat dan mendekati nilai aktual. Kesimpulan : Kombinasi FTIR dan ANN terbukti efektif dalam mengklasifikasi serta mengkuantifikasi adanya cemaran daging anjing pada produk daging sapi, termasuk pada sampel yang telah melalui proses pengolahan.en_US
dc.publisherUniversitas Islam Indonesiaen_US
dc.subjectANNen_US
dc.subjectAsam Lemaken_US
dc.subjectBligh & Dyeren_US
dc.subjectFTIRen_US
dc.subjectKehalalanen_US
dc.titleAnalisis Cemaran Daging Anjing Dalam Daging Sapi Menggunakan Fourier Transform Infrared Spectroscopy (FTIR) Dikombinasi Dengan Metode Artificial Neural Network (Ann)en_US
dc.typeThesisen_US
dc.Identifier.NIM22613162


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record