Aktivitas Penghambatan Fraksi Etil Asetat Kulit Batang Faloak (Sterculia Quadrifida R. Br.) Terhadap Fase Spesifik Plasmodium Falciparum 3D7
Abstract
Latar belakang: Malaria masih menjadi masalah kesehatan utama di Indonesia.
Resistensi terhadap golongan artemisinin mendorong pengembangan kandidat
antimalaria baru berbasis bahan alam. Fraksi etil asetat kulit batang faloak
dilaporkan memiliki aktivitas antiplasmodium, namun penghambatan fase hidup
Plasmodium falciparum 3D7 yang dipengaruhi serta senyawa spesifik yang
berperan masih belum teridentifikasi.
Tujuan: Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui karakteristik senyawa dan efek
penghambatan fraksi etil asetat kulit batang faloak terhadap fase spesifik
Plasmodium falciparum 3D7.
Metode: Fraksi etil asetat dianalisis menggunakan LC-HRMS dan diuji dengan
memaparkan IC50 fraksi selama 5 jam pada setiap fase spesifik Plasmodium.
Parasitemia dihitung dari apusan darah tipis yang diwarnai Giemsa berdasarkan
pengamatan minimal 2.000 eritrosit.
Hasil: Fraksi etil asetat kulit batang faloak diprediksi mengandung golongan
senyawa benzenoid, fenilpropanoid, asam lemak, asam organik, organonitrogen,
asam amino, alkaloid, karbohidrat dan derivatnya, flavonoid, dan terpenoid
berdasarkan analisis LC-HRMS. Di antara senyawa yang teridentifikasi, oleamide
dan azelaic acid telah dilaporkan dalam penelitian sebelumnya memiliki aktivitas
antiplasmodium. Fraksi tersebut menunjukkan aktivitas penghambatan
pertumbuhan Plasmodium falciparum 3D7 terutama pada fase ring (41,85%) dan
fase trofozoit (42,29%). Pengamatan morfologi parasit pada kedua fase tersebut
menunjukkan adanya perlambatan pertumbuhan dibandingkan kontrol, serta
terbentuknya bentuk piknotik yang teramati pada seluruh fase perkembangan
parasit.
Kesimpulan: Fraksi etil asetat kulit batang faloak mampu menghambat
pertumbuhan Plasmodium falciparum 3D7 pada fase ring dan trofozoit.
Collections
- Pharmacy [2101]
