• Login
    View Item 
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Mathematics and Natural Sciences
    • Pharmacy
    • View Item
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Mathematics and Natural Sciences
    • Pharmacy
    • View Item
    JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

    Aktivitas Penghambatan Fraksi Etil Asetat Kulit Batang Faloak (Sterculia Quadrifida R. Br.) Terhadap Fase Spesifik Plasmodium Falciparum 3D7

    Thumbnail
    View/Open
    22613131.pdf (3.911Mb)
    Date
    2026
    Author
    Mursalin, Innayah Dwi Mutia
    Metadata
    Show full item record
    Abstract
    Latar belakang: Malaria masih menjadi masalah kesehatan utama di Indonesia. Resistensi terhadap golongan artemisinin mendorong pengembangan kandidat antimalaria baru berbasis bahan alam. Fraksi etil asetat kulit batang faloak dilaporkan memiliki aktivitas antiplasmodium, namun penghambatan fase hidup Plasmodium falciparum 3D7 yang dipengaruhi serta senyawa spesifik yang berperan masih belum teridentifikasi. Tujuan: Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui karakteristik senyawa dan efek penghambatan fraksi etil asetat kulit batang faloak terhadap fase spesifik Plasmodium falciparum 3D7. Metode: Fraksi etil asetat dianalisis menggunakan LC-HRMS dan diuji dengan memaparkan IC50 fraksi selama 5 jam pada setiap fase spesifik Plasmodium. Parasitemia dihitung dari apusan darah tipis yang diwarnai Giemsa berdasarkan pengamatan minimal 2.000 eritrosit. Hasil: Fraksi etil asetat kulit batang faloak diprediksi mengandung golongan senyawa benzenoid, fenilpropanoid, asam lemak, asam organik, organonitrogen, asam amino, alkaloid, karbohidrat dan derivatnya, flavonoid, dan terpenoid berdasarkan analisis LC-HRMS. Di antara senyawa yang teridentifikasi, oleamide dan azelaic acid telah dilaporkan dalam penelitian sebelumnya memiliki aktivitas antiplasmodium. Fraksi tersebut menunjukkan aktivitas penghambatan pertumbuhan Plasmodium falciparum 3D7 terutama pada fase ring (41,85%) dan fase trofozoit (42,29%). Pengamatan morfologi parasit pada kedua fase tersebut menunjukkan adanya perlambatan pertumbuhan dibandingkan kontrol, serta terbentuknya bentuk piknotik yang teramati pada seluruh fase perkembangan parasit. Kesimpulan: Fraksi etil asetat kulit batang faloak mampu menghambat pertumbuhan Plasmodium falciparum 3D7 pada fase ring dan trofozoit.
    URI
    dspace.uii.ac.id/123456789/65482
    Collections
    • Pharmacy [2101]

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV
     

     

    Browse

    All of DSpaceCommunities & CollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

    My Account

    LoginRegister

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV