Minimasi Waste Proses Feeding Alternative Fuel Menggunakan Pendekatan Sustainable Value Stream Mapping Untuk Meningkatkan Kinerja Keberlanjutan
Abstract
Industri semen merupakan sektor dengan konsumsi energi tinggi yang bergantung pada bahan
bakar fosil sebagai sumber energi utama. Kondisi ini menyebabkan tingginya biaya operasional
sekaligus berkontribusi signifikan terhadap emisi karbon. Pemanfaatan alternative fuel (AF)
menjadi salah satu strategi untuk meningkatkan efisiensi energi dan mengurangi
ketergantungan terhadap bahan bakar fosil. Namun, proses feeding alternative fuel di PT Semen
Gresik masih ditemukan berbagai pemborosan (waste) yang menghambat pencapaian kinerja
operasional dan target keberlanjutan, sehingga diperlukan upaya sistematis untuk
mengidentifikasi dan meminimasi pemborosan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk
mengidentifikasi jenis dan penyebab waste pada proses feeding alternative fuel, menganalisis
dampaknya terhadap kinerja keberlanjutan dari aspek ekonomi, lingkungan, dan sosial, serta
merumuskan usulan perbaikan guna meningkatkan efisiensi dan kinerja keberlanjutan proses.
Penelitian ini menggunakan pendekatan Sustainable Value Stream Mapping (SVSM).
Pengumpulan data dilakukan melalui observasi lapangan, wawancara, kuesioner, dan studi
literatur. Analisis waste menggunakan Value Stream Analysis Tools (VALSAT) dan Process
Activity Mapping, sedangkan identifikasi akar masalah dilakukan menggunakan fishbone
diagram. Evaluasi kinerja keberlanjutan mengacu pada tiga dimensi triple bottom line, yaitu
ekonomi (Process Cycle Efficiency/PCE), lingkungan (TSR, konsumsi energi, emisi CO), dan
sosial (Physical Load Index, tingkat kesehatan pekerja, kondisi lingkungan kerja, dan risiko
kerja). Hasil penelitian menunjukkan bahwa waste dominan adalah waiting (Skor 10), diikuti
motion dan inventory (Skor 8). Nilai PCE current state sebesar 73,95% dengan total 20 aktivitas
dan lead time 1899,6 detik, serta kapasitas feeding sebesar 30,7 ton/hari. Pada kondisi future
state, jumlah aktivitas berkurang menjadi 15 aktivitas, lead time turun menjadi 1.638 detik,
PCE meningkat menjadi 88,86%, dan kapasitas feeding naik menjadi 35,64 ton/hari.
Peningkatan ini berpotensi mendukung pencapaian target Thermal Substitution Rate (TSR)
Collections
- Industrial Engineering [3109]
