| dc.description.abstract | Industri manufaktur menghadapi tantangan dalam menyeimbangkan efisiensi biaya
perawatan mesin dengan aspek keberlanjutan ekonomi, lingkungan, dan sosial. Selain itu,
perusahaan belum memasukkan biaya downtime dan scrap dalam evaluasi maintenance
serta masih menentukan strategi perawatan secara intuitif. Penelitian ini bertujuan untuk
menganalisis dan membandingkan biaya keberlanjutan (sustainability cost) dari tiga
strategi perawatan (corrective, preventive, dan predictive) serta memberikan rekomendasi
strategi terbaik untuk setiap mesin menggunakan pendekatan Business Intelligence (BI).
Metode penelitian bersifat kuantitatif dengan memanfaatkan data sekunder BI Shopfloor
Reliability Dataset yang diolah melalui proses ETL (Extract, Transform, Load) dan
divisualisasikan menggunakan Power BI. Hasil penelitian menunjukkan perbandingan
total sustainability cost ketiga strategi adalah corrective: predictive: preventive =
1:1,99:2,15. Strategi corrective memiliki biaya terendah (7.653.855), namun
keandalannya paling rendah. Berdasarkan analisis per mesin, strategi predictive
direkomendasikan untuk Mesin 1, 2, dan 4, sedangkan strategi preventive
direkomendasikan untuk Mesin 3 dan 5. Kesimpulannya, pemilihan strategi perawatan
tidak dapat diseragamkan dan perlu disesuaikan dengan karakteristik performa masing-
masing mesin. Pendekatan BI terbukti efektif dalam mengungkap hidden cost seperti
downtime dan scrap yang selama ini tidak tercatat, sehingga mendukung pengambilan
keputusan strategis yang lebih transparan dan berkelanjutan. | en_US |