Aktivitas Anti-Angiogenesis Ekstrak Petroleum Eter dan Metanol Herba Rumput Teki (Cyperus rotundus L.) pada Membran Korioalantois Embrio Ayam yang Diinduksi Basic Fibroblast Growth Factor
Abstract
Pada saat tumor (kanker) memiliki ukuran tertentu (diameter 1 sampai 2 mm) maka suplai darah tidak mencukupi sehingga pembuluh-pembuluh darah baru harus dirangsang pertumbuhannya agar tumor tetap bertahan dan berkembang. Pertumbuhan pembuluh darah baru disebut angiogenesis. Basic fibroblast growth factor (bFGF) merupakan salah satu faktor angiogenik yang menginduksi angiogenesis. Herba rumput teki dilaporkan memiliki aktivitas antiproliferasi terhadap sel kanker dan menginduksi apoptosis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan aktivitas ekstrak petroleum eter dan metanol herba rumput teki pada membran korioalantois (CAM) embrio ayam yang diinduksi bFGF. Herba rumput teki dimaserasi menggunakan pelarut petroleum eter dan metanol. Pada penelitian ini digunakan 9 kelompok yang terdiri dari 3 kelompok kontrol dan 6 kelompok perlakuan. Kelompok kontrol meliputi kontrol paper disc, kontrol bFGF dan kontrol bFGF + DMSO 0,8 %. Kelompok perlakuan terdiri dari kelompok ekstrak petroleum eter dengan konsentrasi 50 μg/mL, 100 μg/mL, dan 200 μg/mL serta kelompok ekstrak metanol dengan konsentrasi 50 μg/mL, 100 μg/mL, dan 200 μg/mL. Uji anti- angiogenesis dilakukan dengan pemberian ekstrak pada telur ayam berumur 9 hari dan kemudian diinkubasi selama 72 jam pada suhu 37,5°C. Pertumbuhan pembuluh darah baru pada CAM diamati secara makroskopik dan dihitung. Hasil persentase penghambatan angiogenesis yang diperoleh kemudian dianalisis menggunakan Independent T-Test. Hasil menunjukkan bahwa ekstrak metanol pada konsentrasi 50 μg/mL, 100 μg/mL dan 200 μg/mL mempunyai persentase penghambatan angiogenesis sebesar 40,73%, 50,33%, dan 59,60% sedangkan pada ekstrak petroleum eter dengan konsentrasi 50 μg/mL, 100 μg/mL dan 200 μg/mL didapatkan hasil sebesar 44,70%, 50%, dan 71,52%. Ekstrak petroleum eter pada konsentrasi 200 μg/mL mampu memberikan persentase penghambatan angiogenesis terbesar diantara kelompok uji lainnya dengan nilai persentase sebesar 71,52%.
Collections
- Pharmacy [2101]
