• Login
    View Item 
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Mathematics and Natural Sciences
    • Pharmacy
    • View Item
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Mathematics and Natural Sciences
    • Pharmacy
    • View Item
    JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

    Optimasi Formula Gel dengan Variasi Karbopol 940 dan Trietanolamin (TEA) terhadap Sifat Fisik pada Sediaan Gel Antiseptik Ekstrak Daun Tembakau (Nicotiana tabacum)

    Thumbnail
    View/Open
    10613252.pdf (4.293Mb)
    10613252 Naskah Publikasi.pdf (1.042Mb)
    Date
    2014
    Author
    Rahayu, Titis
    Metadata
    Show full item record
    Abstract
    Tembakau (Nicotiana tabacum) merupakan tanaman perkebunan yang banyak digunakan sebagai bahan utama pembuatan rokok. Berdasarkan dari hasil penelitian sebelumnya, ekstrak daun tembakau memiliki aktivitas sebagai antibakteri, sehingga berpotensi untuk diaplikasikan dalam suatu sediaan farmasi berupa gel antiseptik hand sanitizer. Penelitian ini menggunakan bahan yang sering digunakan dalam pembuatan sediaan gel yaitu karbopol 940 dan trietanolamin (TEA). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui formulasi optimum dari variasi kadar karbopol 940 dan TEA serta mengetahui efektifitas daya antibakteri dari sediaan gel antiseptik hand sanitizer ekstrak daun tembakau dengan formula optimum. Pembuatan ekstrak daun tembakau menggunakan metode maserasi dengan etil asetat sebagai pelarut. Formulasi optimum variasi kadar karbopol940 dan TEA diperoleh dengan menggunakan metode Simplex Lattice Design (SLD). Uji stabilitas fisik gel meliputi organoleptis, daya lekat, daya sebar, homogenitas, viskositas dan pH. Uji aktivitas antibakteri ekstrak daun tembakau dengan metode disk diffusion (Kirby-Bauer), sedangkan uji potensi antibakteri sediaan gel dengan metode difusi sumuran pada minggu ke-0 dan ke-4. Ekstrak daun tembakau yang diaplikasikan ke dalam sediaan gel yaitu 0,125 mg/μl yang merupakan KHM bagi bakteri Eschericia coli dan Staphylococcus aureus. Formula optimum yang didapat dari metode Simplex Lattice Design (SLD) yaitu pada formula dengan perbandingan karbopol 940 dan TEA sebesar 0,4g dan 0,9g. Berdasarkan uji stabilitas fisik formula optimum gel ekstrak daun tembakau selama penyimpanan empat minggu, menunjukkan bahwa viskositas sediaan gel ekstrak daun tembakau menurun. Aktivitas antibakteri gel menghasilkan zona hambat yang semakin membesar pada minggu ke-4, hal ini terjadi karena ekstrak daun tembakau membutuhkan waktu untuk dapat terlarut dalam sediaan gel sehingga efektifitas antibakterinya semakin besar.
    URI
    https://dspace.uii.ac.id/123456789/65444
    Collections
    • Pharmacy [2101]

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV
     

     

    Browse

    All of DSpaceCommunities & CollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

    My Account

    LoginRegister

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV