Optimasi Formula Gel dengan Variasi Karbopol 940 dan Trietanolamin (TEA) terhadap Sifat Fisik pada Sediaan Gel Antiseptik Ekstrak Daun Tembakau (Nicotiana tabacum)
Abstract
Tembakau (Nicotiana tabacum) merupakan tanaman perkebunan yang banyak digunakan sebagai bahan utama pembuatan rokok. Berdasarkan dari hasil penelitian sebelumnya, ekstrak daun tembakau memiliki aktivitas sebagai antibakteri, sehingga berpotensi untuk diaplikasikan dalam suatu sediaan farmasi berupa gel antiseptik hand sanitizer. Penelitian ini menggunakan bahan yang sering digunakan dalam pembuatan sediaan gel yaitu karbopol 940 dan trietanolamin (TEA). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui formulasi optimum dari variasi kadar karbopol 940 dan TEA serta mengetahui efektifitas daya antibakteri dari sediaan gel antiseptik hand sanitizer ekstrak daun tembakau dengan formula optimum. Pembuatan ekstrak daun tembakau menggunakan metode maserasi dengan etil asetat sebagai pelarut. Formulasi optimum variasi kadar karbopol940 dan TEA diperoleh dengan menggunakan metode Simplex Lattice Design (SLD). Uji stabilitas fisik gel meliputi organoleptis, daya lekat, daya sebar, homogenitas, viskositas dan pH. Uji aktivitas antibakteri ekstrak daun tembakau dengan metode disk diffusion (Kirby-Bauer), sedangkan uji potensi antibakteri sediaan gel dengan metode difusi sumuran pada minggu ke-0 dan ke-4. Ekstrak daun tembakau yang diaplikasikan ke dalam sediaan gel yaitu 0,125 mg/μl yang merupakan KHM bagi bakteri Eschericia coli dan Staphylococcus aureus. Formula optimum yang didapat dari metode Simplex Lattice Design (SLD) yaitu pada formula dengan perbandingan karbopol 940 dan TEA sebesar 0,4g dan 0,9g. Berdasarkan uji stabilitas fisik formula optimum gel ekstrak daun tembakau selama penyimpanan empat minggu, menunjukkan bahwa viskositas sediaan gel ekstrak daun tembakau menurun. Aktivitas antibakteri gel menghasilkan zona hambat yang semakin membesar pada minggu ke-4, hal ini terjadi karena ekstrak daun tembakau membutuhkan waktu untuk dapat terlarut dalam sediaan gel sehingga efektifitas antibakterinya semakin besar.
Collections
- Pharmacy [2101]
