| dc.description.abstract | Metformin memiliki waktu paruh yang relatif pendek dalam plasma sekitar 1,5-4,5 jam sehingga frekuensi pemberiannya 2-3 kali sehari. Untuk mengurangi frekuensi pemberiannya, maka metformin diformulasikan dalam bentuk sediaan lepas lambat dengan sistem floating karena dapat meningkatkan bioavaibilitas metformin. Tujuan penelitian ini adalah membuat tablet lepas lambat metformin HCl dengan sistem floating menggunakan kombinasi polimer HPMC K4M dan xanthan gum yang memenuhi persyaratan sifat fisik dan profil disolusi. Tablet lepas lambat metformin HCl dibuat dengan metode granulasi basah dengan perbandingan polimer HPMC K4M dan xanthan gum untuk FI (40:160), FII (70:130), FIII (100:100), FIV (130:70), dan FV (160:40). Analisis hasil sifat fisik dan profil disolusi dibandingkan dengan literatur, sedangkan penentuan formula optimal menggunakan simplex lattice design (SLD). Hasil penelitian menunjukkan bahwa tablet floating metformin memenuhi persyaratan kekerasan, kerapuhan, kecepatan pelepasan, % disolusi jam ke 1, 2 dan floating lag time, tapi tidak memenuhi persyaratan % disolusi pada jam ke-6. HPMC K4M dapat menurunkan kekerasan, meningkatkan kerapuhan, mempercepat floating lag time, meningkatkan % disolusi dan memperbesar kecepatan pelepasan sedangkan xanthan gum dapat meningkatkan kekerasan, menurunkan kerapuhan, memperlambat floating lag time,menurunkan % disolusi, dan kecepatan pelepasan. Perbandingan optimal HPMC K4M dan xanthan gum menurut SLD adalah 92,5 : 107,5. Dapat disimpulkan bahwa kombinasi polimer HPMC K4M dan xanthan gum mampu membuat tablet lepas lambat menjadi floating dan menunjukkan pelepasan kinetika orde nol. | en_US |