| dc.description.abstract | Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara harga diri dengan keputusan membeli produk bermerek tiruan. Hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini adalah terdapat hubungan negatif antara harga diri dengan keputusan membeli produk bermerek tiruan. Semakin tinggi harga diri semakin rendah keputusan membeli produk bermerek tiruan, begitu juga sebaliknya, semakin rendah harga diri semakin tinggi keputusan membeli produk bermerek tiruan. Subjek dalam penelitian ini adalah konsumen yang pernah membeli produk bermerek tiruan berjenis kelamin perempuan dan laki-laki dengan usia 18–28 tahun. Skala yang digunakan dalam penelitian ini adalah skala harga diri yang disusun oleh peneliti sendiri berdasarkan teori Coopersmith (1967) dan skala keputusan membeli berdasarkan teori dari Kotler dan Armstrong (2008). Metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan program SPSS 17.0 untuk menguji apakah terdapat hubungan antara harga diri dengan keputusan membeli produk bermerek tiruan. Korelasi product moment dari Spearman menunjukkan nilai r = -0,093 dan p = 0,543 (p > 0,05), yang artinya tidak ada hubungan yang signifikan antara harga diri dan keputusan membeli produk bermerek tiruan, sehingga hipotesis ditolak. | en_US |