Foreign Direct Investment Tiongkok di Indonesia dan Pakistan Sebagai Instrumen Hegemoni
Abstract
Penelitian ini menganalisis fungsi Foreign Direct Investment (FDI) Tiongkok di
Indonesia dan Pakistan dalam membentuk pola pengaruh hegemoni melalui
kerangka Belt and Road Initiative (BRI). Masalah utama yang diangkat adalah
bagaimana integrasi investasi dan konektivitas ekonomi memperkuat posisi
struktural Tiongkok terhadap negara penerima. Dengan menggunakan kerangka
Hegemonic Stability Theory (HST) dari Charles P. Kindleberger, penelitian ini
membedah dinamika tersebut dalam spektrum leadership dan dominance.
Argumen sementara menyatakan bahwa FDI Tiongkok mengalami pergeseran
fungsi dari penyediaan public goods untuk mengatasi bottleneck pembangunan
menuju pembentukan keterikatan struktural yang asimetris. Temuan penelitian
menunjukkan bahwa di Indonesia, pergeseran terjadi melalui integrasi vertikal
industri nikel dan transformasi risiko fiskal pada proyek infrastruktur. Sementara
di Pakistan, dominasi terinstitusionalisasi melalui skema energi dan logistik
CPEC. Akumulasi mekanisme ini menciptakan stabilitas hierarkis yang
mempersempit ruang kebijakan domestik dan mengunci negara penerima ke
dalam ekosistem teknologi serta pembiayaan Tiongkok. Secara keseluruhan,
integrasi ekonomi yang dibangun melalui FDI mereproduksi distribusi kekuasaan
yang asimetris dalam jaringan ekonomi global.
Collections
- International Relations [1021]
