Perbandingan Efektivitas Desain UI dan UX pada Website Traveloka dan Tiket.com Menggunakan Analisis Eye-tracking dan User Experience Questionnaire
Abstract
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pesatnya perkembangan layanan digital dalam industri
pariwisata, khususnya pada platform Online Travel Agent (OTA) yang memudahkan pengguna
dalam melakukan pemesanan tiket secara daring. Dalam konteks persaingan antar platform,
kualitas desain UI dan UX menjadi faktor penting yang memengaruhi efektivitas penggunaan
sistem. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan efektivitas desain UI dan UX pada dua
platform Online Travel Agent, yaitu Traveloka dan Tiket.com, dengan menggunakan
kombinasi analisis perilaku visual melalui eye-tracking dan evaluasi pengalaman pengguna
menggunakan User Experience Questionnaire (UEQ).
Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimen dengan desain within-subject, yakni
setiap partisipan melakukan pengujian pada kedua platform menggunakan skenario tugas yang
sama. Data dikumpulkan melalui perekaman pergerakan mata untuk menganalisis perhatian
visual pengguna, serta pengisian kuesioner UEQ untuk mengukur persepsi pengalaman
pengguna. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan signifikan dalam
distribusi perhatian visual antara Traveloka dan Tiket.com berdasarkan analisis eye-tracking.
Sementara itu, hasil UEQ menunjukkan adanya perbedaan kecenderungan persepsi pengguna,
di mana Traveloka cenderung menunjukkan keunggulan pada aspek efisiensi (efficiency) dan
keandalan (dependability), sedangkan Tiket.com cenderung memperoleh nilai lebih tinggi pada
aspek daya tarik (attractiveness), stimulasi (stimulation), dan kebaruan (novelty).
Temuan ini menunjukkan bahwa perhatian visual dan pengalaman pengguna tidak selalu
berbanding lurus. Eye-tracking merepresentasikan perilaku visual pengguna secara objektif,
sedangkan UEQ menggambarkan persepsi subjektif pengguna terhadap pengalaman
penggunaan. Perbedaan hasil dari kedua pendekatan ini menunjukkan bahwa efektivitas desain
UI dan UX tidak hanya ditentukan oleh kemampuan sistem dalam mengarahkan perhatian
pengguna, tetapi juga oleh bagaimana sistem memberikan pengalaman yang dirasakan
pengguna.
Dengan demikian, kombinasi metode objektif dan subjektif dalam penelitian ini
memberikan pemahaman yang lebih komprehensif dalam mengevaluasi desain UI dan UX.
Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar dalam pengembangan desain antarmuka
OTA yang lebih efektif, baik dari sisi perhatian visual maupun pengalaman pengguna.
Collections
- Informatics Engineering [2730]
