| dc.description.abstract | Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah regulasi emosi memiliki
hubungan dengan prokrastinasi akademik pada mahasiswa akhir yang sedang dalam
proses mengerjakan skripsi. Dalam penelitian ini menggunakan pendekatan
kuantitatif dengan metode korelasional. Pengambilan sampel dilakukan
menggunakan teknik purposive sampling. Partisipan penelitian berjumlah 154
mahasiswa aktif yang sedang dalam proses penyusunan skripsi, dengan jumlah 64
mahasiswa laki-laki dan 90 mahasiswa perempuan. Data diperoleh melalui
penyebaran kuesioner secara daring dengan menggunakan dua instrumen, yaitu
Emotion Regulation Questionnaire (ERQ) yang disusun oleh Gross dan John
(2003) sebagai alat ukur regulasi emosi, serta Academic Procrastination Scale-
Short Form (APS-S) yang disusun oleh McCloskey (2011) sebagai alat ukur
prokrastinasi akademik. Teknik analisis data dilakukan menggunakan uji korelasi
Spearman's rho. Hasil penelitian menunjukkan bahwa H1 terdapat hubungan
negatif yang signifikan antara regulasi emosi dan prokrastinasi akademik
mahasiswa akhir (r = -0.434; p < 0.001), pada H2 menunjukkan terdapat hubungan
negatif signifikan pada aspek cognitive reappraisal dengan prokrastinasi akademik
mahasiswa akhir dengan koefisien korelasi sebesar -0.368 (p < 0.001), dan H3
terbukti terdapat hubungan negatif signifikan pada aspek expressive supression
dengan prokrastinasi akademik mahasiswa akhir dengan koefisien korelasi sebesar
-0.355 (p < 0.001). Artinya, semakin tinggi kemampuan regulasi emosi mahasiswa,
semakin rendah prokrastinasi akademik yang dialami oleh mahasiswa tersebut.
Sebagian tinggi partisipan termasuk ke dalam kategori regulasi emosi tinggi
(74.68%) dan prokrastinasi akademik rendah (60.39%). | en_US |