Show simple item record

dc.contributor.authorHabibillah, Najwa Syifa
dc.date.accessioned2026-08-01T03:22:31Z
dc.date.available2026-08-01T03:22:31Z
dc.date.issued2026
dc.identifier.uridspace.uii.ac.id/123456789/65357
dc.description.abstractPenelitian ini membahas upaya Ireland Palestine Solidarity Campaign (IPSC) dalam memobilisasi solidaritas masyarakat Irlandia terhadap Palestina selama periode 2023-2024. Solidaritas masyarakat Irlandia terhadap Palestina dipengaruhi oleh adanya kesamaan pengalaman historis terkait kolonialisme, penjajahan, dan perjuangan kemerdekaan yang kemudian membentuk resonansi solidaritas di masyarakat. Sebagai kerangka pemikiran, penelitian ini menggunakan framing theory yang dijelaskan oleh Robert D. Benford dan David A. Snow untuk menganalisis proses diagnostic, prognostic, dan motivational framing yang dibangun oleh IPSC. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif melalui studi literatur dan pengumpulan data agenda, kampanye, serta publikasi IPSC selama periode penelitian. Dari penelitian ini, IPSC membingkai konflik di Palestina sebagai bentuk penjajahan, apartheid, dan pelanggaran hak asasi manusia. Solusi yang ditawarkan oleh IPSC berupa tekanan terhadap Israel dan pemerintah Irlandia, serta kampanye Boycott, Divestment, and Sanction (BDS). Narasi pembingkaian IPSC dinilai efektif dalam membangun persepsi yang satu di masyarakat dan konsistensi dalam gerakan.en_US
dc.publisherUniversitas Islam Indonesiaen_US
dc.subjectFramingen_US
dc.subjectGerakanen_US
dc.subjectIPSCen_US
dc.subjectIrlandiaen_US
dc.subjectSolidaritasen_US
dc.titleUpaya Ireland Palestine Solidarity Campaign (IPSC) dalam mendukung Kemerdekaan Palestina Tahun 2023-2024en_US
dc.typeThesisen_US
dc.Identifier.NIM22323168


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record