Show simple item record

dc.contributor.authorWulandari, Septi
dc.date.accessioned2026-08-01T02:44:33Z
dc.date.available2026-08-01T02:44:33Z
dc.date.issued2014
dc.identifier.urihttps://dspace.uii.ac.id/123456789/65347
dc.description.abstractInflamasi merupakan proses migrasi leukosit ketika terjadi trauma pada jaringan. Aterosklerosis merupakan suatu penyakit inflamasi kronis yang disebabkan oleh oksidasi LDL. Reaksi inflamasi menjadi target pilihan terapi untuk pengobatan aterosklerosis melalui penghambatan migrasi leukosit. Salah satu tanaman yang diketahui mempunyai aktivitas antiinflamasi adalah daun sendok (Plantago major L). Senyawa-senyawa sebagai antiinflamasi di daun sendok adalah terpenoid, polifenol, asam ursulat dan terpenoid. Penelitian aktivitas antiinflamasi dilakukan terhadap mencit jantan galur Swiss. Mencit dibagi menjadi 7 kelompok yang terdiri dari masing-masing 5 ekor mencit. Fraksi larut heksan daun sendok dengan dosis 104,8; 302; dan 476,6 mg/KgBB p.o. diberikan 2 jam sebelum induksi thioglikolat 4% i.p. Indometasin 10 mg/KgBB p.o, sebagai kontrol positif dan DMSO 10 % p.o. sebagai kontrol pelarut. Leukosit total dihitung menggunakan haemocytometer. Leukosit total dianalisis secara statistik dengan ANOVA dan dilanjutkan dengan LSD. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fraksi larut heksan ekstrak diklorometan daun sendok pada setiap dosis mampu menurunkan migrasi leukosit yang terlihat dari penurunan jumlah leukosit terhadap kelompok negatif tetapi aktivitasnya dalam menurunkan migrasi leukosit dibawah kelompok indometasin.en_US
dc.publisherUniversitas Islam Indonesiaen_US
dc.subjectinflamasi,en_US
dc.subjectmigrasi leukosit,en_US
dc.subjectPlantago major,en_US
dc.subjectL.en_US
dc.titleAktivitas Penghambatan Migrasi Leukosit Fraksi Larut Heksan Ekstrak Diklorometan Daun Sendok (Plantago major, L) Pada Mencit Jantan Swiss Yang Diinduksi Thioglikolaten_US
dc.typeThesisen_US
dc.Identifier.NIM10613297


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record